Gempa Mamuju, Doni: Stimulan Rumah, Bukan Huntar

Rumah rusak di pesisir Mamuju, Sulbar.(Dok.Denisa Tristianty)

KBRN, Mamuju: Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo meminta proses pendataan kerusakan rumah warga terdampak gempa bumi Sulawesi Barat (Sulbar) Magnitudo 6.2.

"Itu harus dilakukan, sehingga proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana dapat segera dilakukan. Walaupun, statusnya masih dalam masa transisi darurat menuju pemulihan," kata Doni di Mamuju, Sulawesi Barat, Jumat (22/1/2021).

Sebab, kata dia, diupayakan BNPB pendataan harus sesegera mungkin selesai.

"Supaya program rehabilitasi dan rekonstruksi itu dapat segera berjalan," tegas Doni.

Itu, lanjut dia, sesuai arahan Presiden RI Joko Widodo dalam kunjungannya ke lokasi terdampak gempa bumi Sulbar, pada Senin (18/1/2021).

Saat itu, Jokowi menyatakan, masyarakat akan diberikan dukungan berupa dana stimulan untuk membangun kembali rumah mereka yang rusak terdampak gempa bumi.

Besaran dana stimulan tersebut adalah Rp50 juta untuk rumah rusak berat, Rp25 juta untuk rumah rusak sedang, dan Rp10 juta untuk rusak ringan.

Implementasinya, kata dia, bahwa dana stimulan diharapkan dapat dikelola oleh masyarakat dengan dukungan TNI dan Polri.

"Agar prosesnya dapat lebih cepat, sehingga tidak ada masyarakat yang belama-lama di pengungsian. Dana stimulan ini diharapkan nantinya bisa dikelola oleh masyarakat dengan dukungan TNI dan Polri,” jelas Doni.

Dia memastikan, BNPB tidak akan membangun hunian sementara (huntara) seperti yang telah dilakukan pada program rehabilitasi dan rekonstruksi Gempa Lombok 2018 silam. 

“Kita menghindari membangun huntara. Kita akan mempercepat proses pembangunan rumah masyarakat yang rusak berat dan rusak sedang,” kata dia.

Kemudian bagi yang rumah rusak ringan, Pemerintah akan tetap mendukung dengan besaran dana stimulan sesuai dengan yang telah ditentukan serta mendampingi proses perbaikan yang dianggap perlu sehingga rumah dapat segera kembali ditempati.

“Kalau rusak ringan mungkin nanti setelah dinilai bisa ditempati setelah situasi normal kembali mungkin tidak begitu banyak direnovasi. Tetapi bagi mereka yang rumahnya sudah rusak berat dan tentu tidak mungkin ditempati,” kata Doni.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00