Kapal Karam Diterjang Badai, 'Kamek' Butuh Bantuan

Foto ilustrasi: (Dok. Antara Foto/Adwit B Pramono/aww)

KBRN, Padang Pariaman: Musibah terbaliknya kapal pengangkut para angler (sebutan untuk pemancing, red) pada Minggu (17/1/2021) lalu membekas dalam diri sang kapten kapal 'Kamek'.

Lelaki dengan nama asli Agus Salim ini menuturkan kisahnya kepada para pemancing yang tergabung dalam klub Kito Fishing Club kemarin. 

"Kapal oleh tiba-tiba. Badai itu sama sekali tidak terperkirakan sebelumnya,” katanya.

Ketika kapal terbalik, para pemancing dari Bukittinggi yang di bawa Kamek terlempar ke laut lepas. 

“Yang paling saya cemaskan kapal membentur kepala atau bagian badan lainnya dari penumpang saya. Tapi untungnya itu tidak terjadi,” sebut Kamek. 

BACA JUGA: Kisah 'Influencer Ajo-Wayoik' Menghadang Badai Perairan Pariaman

Puluhan tahun melaut, kejadian seperti ini bukan cerita baru dalam perjalanan Kamek. Tapi keadaan ini menjadi sulit lantara sebagian besar angler yang dibawa berusia di atas 50 tahun. 

“Saya sadar saya harus berusaha menjaga keselamatan mereka. Saya usahakan semaksimal mungkin menyelamatkan mereka,” katanya.

Kejadian yang berlangsung di perairan karang Simbareh (sekitar 4 jam dari Pantai Pariaman) itu makin menakutkan karena berlangsung malam hari. 

"Sudah jam 10 malam. Kami masih terapung-apung di kapal yang sudah terbalik. Sementara badai dan ombak tak jua reda,” terang Kamek. 

Namun, Kamek bersyukur akhirnya ia dan rombongan pemancing berhasil selamat.

Kamek adalah seorang nelayan biasa yang terbelit kesulitan ekonomi. Ia mengaku, hampir putus asa. Namun, seorang teman pemilik kapal bersedia meminjamkan kapalnya untuk membantu memulihkan ekonomi Kamek pasca musibah. 

“Alhamdulillah tamu-tamu saya masih percaya dan mereka tetap akan pergi memancing bersama saya. Dan kapal pun dibantu oleh teman,” sebutnya.

Untuk meringankan beban Kamek, para anggota Kito Fishing Club berinisiatif memberikan bantuan. 

Cudit, salah seorang anggota mengatakan, klubnya akan segera mengadakan pertemuan untuk membahas bantuan seperti apa yang di berikan kepada Kamek. 

“Dia 'tungganai' (pemandu spot pancing, red) langganan kami. Sudah seperti saudara sendiri. Sakitnya, sakit kami juga. Insyaallah sebisa kami akan membantu,” sebutnya.

Anggota lainnya Dr Taufik Hidayat mengimbau para angler yang pernah menggunakan jasa Kamek agar turut membantu meringankan beban akibat musibah tersebut. 

“Kita sadar bagaimana kehidupan nelayan seperti Pak Kamek. Karena itu, kami mengimbau agar sesama angler dapat saling bahu membahu,” sebut dosen Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang ini.

Kamek dalam pandangan para pecandu pancing adalah sosok 'tungganai' yang bertanggung jawab. Selain melayani pengangkutan ia juga kerap memberi saran tentang lokasi mana yang patut dijadikan spot pemancingan.

Sesungguhnya, nelayan seperti Kamek inilah yang patut disebut sebagai pahlawan wisata bahari. Ia yang memperkenalkan spot-spot pemancingan terbaik. Ia juga tak segan berbagi ilmu dengan para angler yang sebagiannya bukan orang-orang yang terbiasa dengan laut. 

"Semangatnya harus terus dijaga, agar toko pancing di Pariaman tetap punya pelanggan. Para pemancing yang notabene dari luar daerah juga turut membantu ekonomi karena belanja makanan, obat-obatan, umpan dan lain sebagainya di kawasan Pariaman juga,” sebutnya.

Sayangnya, sejak kejadian musibah hingga berita ini diturunkan kamek mangaku belum ada bantuan dari Pemko Pariaman untuknya. 

“Tapi saya bersyukur sekali masih ada kawan-kawan para langganan memancing yang pernah ikut dengan saya yang peduli,” terang Kamek, pria berbadan tambun itu. (Wy, rel)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00