Risma Saksikan Dampak Banjir Halmahera Utara

Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini didampingi Gubernur Maluku Utara Abdul Ghani Kasuba (kemeja putih) saat tiba di Kabupaten Halmahera Utara (Antara)

KBRN, Jakarta: Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini (Risma) tiba di Kabupaten Halmahera Utara (Halut), Provinsi Maluku Utara (Malut).

Risma menyaksikan sendiri lokasi tempat pengungsian warga terdampak banjir dan memeriksa berbagai kebutuhan hingga distribusi bantuan.

“Memang, saya ditugaskan Presiden RI (Joko Widodo) untuk meninjau kawasan-kawasan menghadapi bencana (termasuk banjir di Halmahera Utara),” kata Tri Rismaharini di Halmahera Utara, Selasa (19/1/2021). 

“Bupati (Halmahera Utara) Frans Manery menjelaskan terkait dampak jembatan putus, akses distribusi bantuan terpaksa harus lewat laut, kalau darat dengan tempuh tiga jam. Kalau melalui laut risikonya besar, karena gelombang cukup tinggi," jelasnya. 

Dalam kesempatan ini, Risma mengaku telah menyiapkan personel Tagana (Taruna Siaga Bencana) untuk membantu warga korban agar mendapatkan kebutuhan, berupa makanan dan minuman.

BACA JUGA: Banjir Halmahera Utara: Listrik Sudah Menyala Seluruhnya

Risma mengatakan, kalau ada rumah yang rusak, harus didata untuk diajukan ke Kementerian Sosial (Kemensos).

Tujuannya agar meringankan beban warga setempat yang terdampak banjir Halmahera Utara.

Menurut Risma, untuk pembangunan jembatan, hal itu akan disampaikan kepada Menteri PU (Pekerjaan Umum/Basuki Hadimuljono) agar dapat dilakukan pengerjaan (perbaikan). 

Risma dalam kesempatan ini ini juga berjanji akan membantu relokasi rumah warga ke lokasi lebih aman, asalkan ada lokasi yang disediakan.

“Saya akan mengupayakan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat dapat dibantu, terkait relokasi desa saya akan membantu. Akan tetapi harapan kami semua masyarakat dapat bersabar karena semua mengikuti prosedurnya," tegasnya.

Sementara itu, saat tiba di lokasi, Risma kemudian menyerahkan sejumlah bantuan sosial (bansos) kepada para masyarakat yang terdampak musibah banjir.

BACA JUGA: Petugas Kebencanaan Diminta Patuhi Protokol Kesehatan

Gubernur Maluku Utara, Abdul Gani Kasuba, mengapresiasi kunjungan Mensos Risma ke Halmahera Utara.

Menurutnya, Mensos Risma merespons sangat cepat dan datang langsung ke Maluku Utara.

Padahal menurutnya banyak bencana alam juga terjadi di sejumlah wilayah seperti di Kalimantan, Sulawesi Barat dan sejumlah daerah di Pulau Jawa, yang juga banyak memakan korban jiwa.

Abdul Ghani mengatakan, bantuan juga telah disalurkan Polda Malut dan Pemprov Maluku Utara untuk masyarakat terdampak bencana alam.

Semua bantuan tersebut telah tersalurkan kepada 1.537 kepala keluarga dan 6.963 jiwa terdampak banjir Halmahera Utara.

BACA JUGA: Jadwal Blusukan Risma Tinjau Korban Bencana

Menurut Abdul Ghani, sebagian besar dari 36 ribu jiwa penduduk di Galela terdampak akibat putusnya satu-satunya jembatan penghubung di kecamatan itu.

Dengan putusnya jembatan, kata dia, mempengaruhi akses ekonomi masyarakat.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halmahera Utara, Abner Manery, mencatat, warga di empat kecamatan rumahnya terendam banjir.

Dan mereka semua akhirnya harus mengungsi ke berbagai tempat yang aman.

“Warga yang berada daerah tersebut, yakni Kecamatan Kao Barat, Galela Selatan, Galela Barat dan Loloda Utara," kata Abdul Ghani.

Sementara itu, banjir yang terjadi diduga kuat akibat hujan dengan intensitas ringan hingga lebat yang disertai angin kencang dalam durasi waktu yang lama.

Hujan terjadi pada 15 Januari 2021, mulai pukul 16.00 WIT hingga 16 Januari 2021.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00