Gempa Sulbar: Antisipasi COVID-19, 70.000 Masker Disiapkan

Korban gempa bumi bermagnitudo 6,2 di rawat halaman Rumah Sakit Regional Sulbar, Mamuju, Sulawesi Barat, Sabtu (16/1/2021). ANTARA FOTO (Akbar Tado)

KBRN, Jakarta: Guna mencegah potensi penularan COVID-19 pada lokasi terdampak bencana, Kementerian Kesehatan juga telah mengaktifkan klaster kesehatan yang terletak di Kabupaten Mamuju dengan menyediakan 25 ambulans.

"Selain itu juga telah disediakan tenda, peralatan ortopedi, obat-obatan ortopedi dan logistik berupa masker bedah 50.000 pcs dan masker kain 20.000 pcs," terang Kapusdatinkom BNPB, Raditya Jati kepada wartawan, melalui konferensi pers di BNPB Jakarta, Sabtu (16/1/2021).

Sebelumnya, diketahui bahwa akibat Gempa Sulawesi Barat dengan magnitudo (M) 6.2 membuat puluhan orang meninggal dunia dan sejumlah infrastruktur, gedung bangunan, rusak total. 

BACA JUGA: BNPB Benarkan Ada Penjarahan Bantuan Gempa Sulbar

Pelabuhan hingga rumah sakit (RS) di Kabupaten Mamuju, Sulbar, rusak terdampak gempa bumi.

"Pelabuhan Mamuju rusak. Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Mamuju rusak," kata Raditya Jati.

"Kemudian Jembatan Kuning di Takandeang, Mamuju, rusak," ujarnya.

Raditya mengungkap kantor Gubernur Sulawesi Barat juga rusak. 

BACA JUGA: Sulbar Terima Bantuan Awal Operasional Rp4 Miliar

BNPB masih terus melakukan pendataan rumah warga yang rusak terdampak gempa bumi.

Selain itu, menurut Raditya, Rumah Sakit Mitra Manakarra roboh total. 

"Rumah Sakit Mitra Manakarra roboh, rusak berat. Satu unit minimarket rusak berat. Jaringan listrik padam sebagian sudah mulai dinyalakan," tuturnya.

Ia menegaskan sebagian jaringan listrik di lokasi gempa bumi sudah mulai dinyalakan.

BACA JUGA: Gempa Sulawesi Barat: 46 Tewas, 826 Terluka

Diketahui, akibat gempa, Sebanyak 46 warga meninggal dunia.

Dengan perincian, 9 (sembilan) orang tewas di Kabupaten Majene dan 37 orang di Kabupaten Mamuju, dalam bencana Gempa Sulawesi Barat.

"Dan 826 orang luka-luka," tutup Raditya Jati.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00