Gempa Sulawesi Barat Sudah Berstatus Tanggap Darurat

Korban gempa bumi bermagnitudo 6,2 di rawat halaman Rumah Sakit Regional Sulbar, Mamuju, Sulawesi Barat, Sabtu (16/1/2021). ANTARA FOTO (Akbar Tado)

KBRN, Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan, Pemerintah sudah menetapkan status Gempa Sulawesi Barat sebagai Tanggap Darurat.

"Saat ini, pagi telah ditetapkan status tanggap darurat di tingkat provinsi," kata Kapusdatinkom BNPB, Raditya Jati kepada wartawan, melalui konferensi pers di BNPB Jakarta, Sabtu (16/1/2021).

Kepala BNPB Doni Monardo pun sudah menyerahkan bantuan senilai Rp4 miliar, dengan perincian, Rp2 miliar untuk provinsi, dan masing-masing Rp1 miliar untuk Kabupaten Majene dan Mamuju.

Gempa dengan magnitudo (M) 6.2 mengguncang Majene, hingga berdampak ke Ibu Kota Sulawesi Barat (Sulbar), Mamuju. 

BACA JUGA: Gempa Sulawesi Barat: 46 Tewas, 826 Terluka

Gempa yang terjadi pada Jumat, 15 Januari kemarin, berlangsung sekitar pukul 01.28 WIB atau 02.28 waktu setempat.

Data per 16 Januari 2021 pukul 02.00 WIB, Pusat Pengendali Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana melaporkan 189 orang di Kabupaten Mamuju mengalami luka berat dan dirawat pascagempa M 6.2 Jumat kemarin.

BPBD Kabupaten Majene, Kabupaten Mamuju dan Kabupaten Polewali Mandar masih melakukan pendataan dan mendirikan tempat pengungsian serta beroordinasi dengan TNI-Polri, Basarnas, relawan, dan instansi terkait dalam upaya pencarian para korban terdampak gempa.

Hingga saat ini, Kabupaten Majene masih dilakukan proses perbaikan arus listrik sehingga seluruh wilayah masih dalam keadaan padam. 

BACA JUGA: Gempa Mamuju, Polisi Antisipasi Terjadi Penjarahan

Sedangkan sebagian wilayah di Kabupaten Mamuju sudah dapat dialiri listrik dan sebagian lainnya masih mengalami gangguan.

Seperti diinformasikan sebelumnya, tercatat 46 orang meninggal dunia akibat gempa Sulbar, dengan perincian, 9 (sembilan) orang tewas di Kabupaten Majene dan 37 orang di Kabupaten Mamuju, dalam bencana Gempa Sulawesi Barat.

"Dan 826 orang luka-luka," ujar Kapusdatinkom BNPB, Raditya Jati, dalam konferensi pers di BNPB Jakarta, Sabtu (16/1/2021).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00