Antisipasi Longsor Susulan, 600 Warga Garut Diungsikan

Ilustrasi: (Dok. Ist)

KBRN, Jakarta: Selain longsor di Kecamatan Talegong menghancurkan tujuh rumah, longsor juga terjadi di Kecamatan Cisewu Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Sekitar 600 warga harus diungsikan, karena longsoran dari tebing Gunung Pipit, di Desa Cisewu yang saat ini tertahan di sebuah bendungan, dikhawatirkan akan rubuh dan terjadi longsor susulan.

"Karena ada bendungan air akibat tertahan material longsor, sehingga dikhawatirkan bendungan air akan pecah dan terjadi longsor yang sangat besar," ujar Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman, Jumat (4/12/2020) malam.

Helmi mengatakan, dari kajian sementara, jika terjadi longsoran lagi, akan terdampak pada empat kampung diantaranya, Kampung Cigentur, Kampung Piket dan Kampung Sawah Lega (Desa Cisewu, Kecamagan Cisewu Gatut) serta Kampung Heubeul Isuk Desa Pamalayan Desa Cisewu Garut.

"Tiga tempat pengungsian dibangun diantaranya di Bangunan Madrasah Ibtidaiyah An-Nur, GOR Desa Cisewu dan Gedung Bumdes Desa Pamalayan Cisewu," kata Helmi.

"Besok (hari ini, red) kami akan melakukan tinjauan, untuk mengklasifikasikan atau memetakan upaya penanggulangan bencana," ucapnya.

Sebelumnya tujuh rumah warga di Kampung Sawah Desa Sukamulya Kecamatan Talegong Kabupaten Garut hancur akibat tertimbun longsor yang terjadi pagi tadi.

"Tingginya intensitas curah hujan di wilayah selatan Garut, tepatnya di Kecamatan Talegong telah mengakibatkan longsor yang menyebabkan tujuh rumah warga tertimbun beruntung tidak hingga menimbulkan korban jiwa," kata Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Garut Tubagus Sopian,Kamis (3/12/2020).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00