Warga Kaki Gunung Semeru Anggap Meletus Biasa

KBRN, Surabaya: Kisah letusan gunung Semeru telah tercatat sejak jaman Hindia Belanda, tepatnya sejak tahun 1818. Sejak itu setiap kali gunung Semeru meletus, pemerintah Hindia Belanda melakukan pencatatan.

RRI Surabaya mencatatnya berdasarkan data dari PVMBG  atau Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi, kejadian letusan gunung Semeru yang tercatat yaitu tahun 1818, 1829,1830,1832, 1836, 1838, 1842,1844. 

Ditahun 1844 letusan berlangsung lama, mulai September 1844 sampai Juli 1845. Kemudian 1848, 1851, 1856,1857,1860, 1864,1867, 1872,1877,1878,Kemudian 18 tahun berturut turut  dari 1884,1885,1886,1887,1888,1889,1890,1891,1892,sampai 1901.

Kemudian terjadi 10 tahun berturut turut dari 1903 -1913 hanya abstain di tahun 1906.   Sejak 1914 data tidak ditemukan, baru kembali tercatat tahu 1941.

Dengan data ini, tidak heran secara turun temurun warga di kaki gunung Semeru sudah akrab dengan peristiwa alam ini, seperti disampaikan Rifai.

"Kami warga sudah biasa. Cuma masih sering panik" ujarnya.

Hingga saat ini BPBD masih mendata dampak kerusakan akibat letusan gunung Semeru  terutama lahan pertanian warga yang tertutup debu vulkanik. Sedangkan korban jiwa nihil hingga saat ini.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00