Masyarakat Madiun Diminta Waspada La Nina

KBRN, Madiun: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Madiun menghimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap fenomena La Nina.

Sebab, fenomena yang dihadapi Indonesia tersebut berdampak pada potensi bahaya hidrometeorologi yang lebih buruk.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Madiun, Agus Hariono mengatakan, fenomena La Nina menyebabkan terjadinya peningkatan akumulasi curah hujan bulanan. Karenanya masyarakat diingatkan untuk lebih waspada dan berhati-hati dengan ancaman bahaya yang bisa ditimbulkan oleh fenomena tersebut.

"Tidak hanya itu, masyarakat juga diminta untuk mengidentifikasi risiko bencana," kata Agus, Senin (30/11/2020).

Menurut Agus Kesiapsiagaan sejak dini dibutuhkan untuk memastikan tidak adanya korban jiwa apabila terjadi peristiwa ekstrem. Agus menyebut, beradasarkan rilis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), puncak hujan terjadi pada Desember hingga Januari tahun depan.

“Himbauan kami masyarakat tidak perlu cemas, memang La Nina ini ada peningkatan curah hujan sekitar 40 persen. Sedangkan puncak hujan sendiri berdasarkan prediksi BMKG terjadi pada Januari 2021,” ucapnya.

Agus menegaskan, pihaknya telah menyiapkan segala rangkaian cara untuk mengantisipasi dan meminimalisir akibat bencana yang ditimbulkan oleh La Nina.

Terpenting ketika bencana itu terjadi, masyarakat dapat segera mungkin untuk menyelamatkan diri.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00