Ada Benteng Alami Hadapi Tsunami di Kebumen

Salah Satu Pantai di Selatan Jawa Tengah
Cemara Laut di Pantai Selatan Jateng

KBRN, Kebumen: Pesisir selatan Kebumen Jateng mempunyai bentang alami untuk mengurangi dampak  gelombang tsunami, jika terjadi di gempa besar di selatan Jawa  atau pada posisi megathrust. Seperti yang disimulasikan oleh sejumlah peneliti dari ITB. 

Plt. Kepala Pelaksana Harian BPBD Kebumen Teguh Kristiyanto mengatakan sepanjang pantai selatan Kebumen, atau sejauh 20 Km dari Buluspesantren-Mirit terdapat gumuk pasir. Ketingian gumuk pasir antara 5- 15 meter dari permukaan air laut, selain itu disejumlah titik terdapat gumuk pasir berlapis. 

"Di Selatan Kebumen itu ada, terbentuk oleh alam namanya gumuk pasir. Gumuk pasir itu terbentuk dan terisi gelombang laut yang membawa pasir, sehingga membentuk bukit," kata Teguh, Rabu (30/9/2020).

Namun diakuinya, ada sejumlah titik di pesisir selatan Kebumen, ada gumuk pasir yang mengalami kerusakan akibat penambangan liar ataupun dialihfungsikan untuk usaha produktif. 

Teguh pun menjelaskan, selain gumuk pasir, di sepanjang pantai selatan Kebumen sudah ditamani cemara laut dengan kondisi cukup baik.

"Termasuk ada tiga titik hutan mangrove, yang bisa menjadi benteng alami terjangan tsunami," tuturnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Cilacap Tri Komara Sidi mengatakan, untuk mengurangi dampak tsunami dengan ketinggian 20 meter. Pihaknya mengandalkan EWS yang terdapat di 17 titik, selain itu terdapat 45 gedung bertingkat yang siap digunakan sebagai tempat penyelamatan sementara bagi warga. 

"Shelter itu kita melakukan kerjasama dengan pemilik gedung bertingkat, yang aman minimal gedungnya dua lantai- tiga lantai.  Kita punya 45 shelter, itu sekolahan, gedung bertingkat," ujar Tri. 

Di Kabupaten Kebumen terdapat 33 Desa di delapan Kecamatan yang masuk dalam daerah rawan tsunami, sementara untuk Kabupaten Cilacap terdapat 50 desa dan kelurahan di 10 kecamatan. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00