Potensi Tsunami 20 Meter, Ini Langkah Mitigasinya

Sebagai mitigasi bencana jangka panjang, rumpun pohon bakau yang ditanam warga, mulai tumbuh di pantai Kelurahan Mamboro, Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu, 12 September 2020 (Ant/Basri Marzuki)

KBRN, Jakarta: Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menanggapi hasil riset potensi tsunami 20 meter di Pulau Jawa bagian selatan dengan mengimbau penguatan mitigasi.

Apalagi ditambah pula dengan ketidakpastian mengenai Indonesia yang tidak memiliki teknologi yang mampu memprediksi dengan tepat dan akurat kapan dan di mana gempa dan tsunami akan terjadi. 

Kepada wartawan, Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dr Daryono mengutarakan, masyarakat jangan panik akan tetapi harus menempuh langkah-langkah mitigasi sejak dini.

Dengan mengedepankan langkah mitigasi sejak awal, Daryono berpendapat, hal tersebut dapat meminimalisir kerugian sosial berikut korban jiwa yang sangat besar apabila tsunami 20 meter benar-benar menerjang Pulau Jawa.

"Informasi potensi gempa kuat di zona megathrust memang rentan memicu keresahan akibat salah pengertian atau misleading," kata dia, Jumat (25/9/2020).

Informasi potensi tsunami 20 meter berdasarkan hasil kajian ini hendaknya jangan dibawa ke arah mempertajam kecemasan masyarakat, akan tetapi justru harus diarahkan menuju upaya responsif mitigasi bencana konkret.

Menurut Daryono, dengan viralnya informasi tersebut, bagi masyarakat awam, mereka sekarang resah dan menduga-duga kapan datangnya bencana. Seolah tsunami tersebut akan segera datang menerjang mereka, terutama masyarakat awam yang berada di selatan Pulau Jawa.

"Padahal, tidak demikian," tegas Daryono.

BACA JUGA: Jawa Bagian Selatan Berpotensi Tsunami 20 Meter

Berikut mitigasi potensi bencana katrastropik, yang dapat dilakukan masyarakat beserta para pemangku kepentingan terkait sejak dini:

1. Meningkatkan kegiatan sosialisasi mitigasi.

2. Memperbanyak latihan evakuasi (drill).

3. Menata dan memasang rambu evakuasi.

4. Menyiapkan tempat evakuasi sementara.

5. Mulai memperbanyak pengadaan bangunan rumah tahan gempa.

6. Menata tata ruang pantai berbasis risiko tsunami.

7. Meningkatkan performa sistem peringatan dini tsunami.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00