Operasi Yustisi Lombok Tengah, Jaring 668 Pelanggar

Pelanggar protokol kesehatan sedang menjalankan sanksi kerja sosial di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (Dok. Istimewa)

KBRN, Lombok Tengah: Operasi Yustisi penertiban protokol kesehatan yang digelar Polres Lombok Tengah bersama personel gabungan dari istansi terkait sejak 14 September hingga 21 September kemarin, berhasil menjaring total 668 pelanggar di Kabupaten Lombok Tengah. 

Kabag Ops Polres Lombok Tengah, Kompol I Kadek Suparta menjelaskan, 668 pelanggar tersebut terdiri dari 583 pelanggar mendapat sanksi sosial dan 85 pelanggar mendapat sanksi administratif dengan nilai total denda sebesar Rp8.500.000 (delapan juta lima ratus ribu rupiah).

"Semua denda yang didapat dari operasi yustisi protokol kesehatan ini masuk ke kas daerah Kabupaten Lombok Tengah, dan teregristasi dalam berita acara," ungkapnya, Selasa (22/9/2020). 

Kanit Sabhara Polsek Praya, Lombok, NTB, dalam operasi yustisi (Dok. Istimewa)

Ia menerangkan, operasi yustisi ini dilaksanakan secara rutin dua kali setiap hari yakni pagi dan sore, di lokasi atau beberapa titik yang sudah ditentukan seperti pasar, tempat keramaian dan sarana umum lainnya. 

Operasi yustisi ini tidak hanya memberikan sanksi bagi pelanggar, namun petugas gabungan di lapangan senantiasa memberikan edukasi ke masyarakat sebagai upaya preventif serta terus mensosialisasikan protokol kesehatan demi mencegah dan memutus mata rantai Covid-19 di Kabupaten Lombok Tengah. 

"Pelanggar paling banyak adalah kesadaran bermasker, namun ini kita tetap lakukan edukasi dan preventif," tutupnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00