Finalisasi Hotel Isolasi Pasien OTG Positif COVID-19

Menparekraf Wishnutama Kusubandio (kemeja putih) mengecek kesiapan hotel

KBRN, Jakarta: Penyediaan hotel untuk orang positif Covid-19 memasuki tahap final. 

Lewat program yang disebut pendukungan reaktivasi industri perhotelan itu, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menggandeng Kementerian Kesehatan.

Tujuannya untuk isolasi mandiri pasien Konfirmasi Tanpa Gejala yang kini memasuki tahap finalisasi dari Kementerian Kesehatan untuk melihat kesiapan hotel-hotel yang bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ketika menerima pasien.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio dalam keterangannya menjelaskan bahwa hingga saat ini dukungan dari industri perhotelan untuk program ini semakin tinggi sehingga menunjukkan kerja sama yang kuat dari industri pariwisata dan ekonomi kreatif dalam upaya menekan penyebaran COVID-19.

“Industri hotel harus dapat mengikuti assessment yang disyaratkan Kementerian Kesehatan. Kesiapan hotel harus dapat dipastikan Kementerian Kesehatan agar jangan sampai justru terjadi klaster baru,” kata Menparekraf Wishnutama Kusubandio dalam keterangan pers yang diterima Radio Republik Indonesia di Jakarta, Selasa (22/9/2020).

Menparekraf Wishnutama Kusubandio (kemeja putih) meninjau kesiapan hotel untuk OTG Positif Covid-19 (Dok. RRI)

Adapun langkah yang dilakukan pemerintah menggandeng hotel melawan virus Corona patut diapresiasi sebab terlihat serius guna menekan penyebaran covid-19.

Ia mengatakan, hingga saat ini sudah ada 30 hotel di DKI Jakarta yang siap untuk bekerja sama.

Wishnutama menyebut, bahwa Kemenparekraf bersama Kemenkes juga sedang menyusun Standard Operating Procedure (Flowchart) mengenai mekanisme pelaksanaan, terkait bagaimana prosedur masyarakat yang positif terinfeksi COVID-19 namun tanpa gejala bisa check-in di hotel-hotel yang telah ditentukan.

Untuk sekadar diketahui, Kemenparekraf akan menyiapkan dan menanggung biaya akomodasi berupa minimal hotel sekelas atau setara bintang tiga, termasuk konsumsi serta layanan binatu tiap harinya.

Sementara Kemenkes akan menangani keperluan medis seperti biaya obat, ambulans juga kunjungan dokter.

“Pemilihan hotel yang kami siapkan berdasarkan masukan dari PHRI. Selain usulan PHRI tersebut, bagi hotel yang sudah siap silakan kirim pengajuan ke Kemenparekraf/Baparekraf untuk selanjutnya ditinjau oleh Kemenkes,” kata Wishnutama.

Sedangkan Deputi  Bidang Pemasaran Kemenparekraf/Baparekraf Nia Niscaya mengatakan, program ini akan difokuskan terlebih dahulu di Jakarta, kemudian menyusul beberapa provinsi lain di Indonesia hingga Desember mendatang.

“Syarat untuk hotel yang menjadi mitra yaitu tidak boleh menerima tamu lain kecuali pasien konfirmasi tanpa gejala,” terang Nia Niscaya.

Selanjutnya : OTG Langsung Datang

Halaman 1 dari 2

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00