Dua Warga Bukittinggi Positif Covid-19, Satu Meninggal

Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias yang juga Ketua Tim Gugus Tugas Covid-19 (Dok. RRI)

KBRN, Bukittinggi: Suasana duka kembali menyelimuti Bukittinggi.

Selang beberapa jam saja, hasil dari laboratorium Universitas Andalas (Unand) Padang, kembali menyatakan ada dua warga Bukittinggi yang berasal dari kelurahan Tarok Dipo, positif terpapar Covid-19.

Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias yang juga Ketua Tim Gugus Tugas Covid-19, Sabtu (15/8/2020), menjelaskan, pada Jumat (14/8/2020) kemarin pagi, sekitar pukul 09.00 WIB, ada salah satu pasien di Rumah Sakit Achmad Mochtar (RSAM) meninggal dunia.

“Tim medis pun melakukan swab terhadap yang bersangkutan dan juga kepada salah seorang keluarga yang menunggui pasien itu,” terangnya.

Setelah swab kemarin itu, sambung Ramlan Nurmatias, hasilnya keluar siang tadi sekitar pukul 12.30 WIB.

Almarhum ternyata positif Covid-19. Selain itu, satu orang keluarga yang menunggui pasien yang meninggal itu, juga dinyatakan positif Covid-19.

“Saat ini informasi yang didapat, jenazah almarhum telah dibawa pihak keluarga ke kampung halaman di daerah Batusangkar kemarin. Namun demikian, tim gugus tugas penanganan Covid-19, tetap melakukan tracking terhadap kasus ini,” jelasnya.

Dari penambahan itu, sampai malam ini, terdata 19 orang warga Bukittinggi yang dinyatakan positif Covid-19.

"Untuk itu, kami imbau pada warga untuk lebih waspada. Pakai masker, rajin cuci tangan dengan sabun dan jalankan protokol kesehatan, serta menjaga Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)," ungkapnya.

Ramlan menambahkan, sejak Maret hingga Juni lalu, terdapat 17 warga Bukittinggi yang positif Covid-19. Sementara, dalam dua minggu di awal Agustus ini ada 19 warga yang terpapar.

“Hal itu patut diwaspadai bersama, dan upaya pemberantasan virus berbahaya tersebut akan dilakukan Pemerintah Kota Bukittinggi secara maksimal,” pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00