Derita Warga Pesisir Aceh Barat Akibat Rob

Nurhayati, salah satu warga Desa Pasir, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat (RRI/Anwar Yunus)

KBRN, Meulaboh: Sebagian masyarakat pesisir Kabupaten Aceh Barat yang telah terdampak banjir genangan air laut (rob) masih khawatir akan hantaman gelombang pasang yang sesekali masih mereka rasakan saat terlelap tidur waktu malam.

"Saat malam rumah saya masih dihempas gelombang pasang. Kami terpaksa tidur di rangkang yang kami buatkan di depan rumah," tutur Nurhayati, salah satu warga Desa Pasir, Kecamatan Johan Pahlawan, kepada RRI, Selasa (14/7/2020).

Bencana dari laut itu telah berlangsung sejak Sabtu 11 Juli 2020. Bukan hanya air laut yang tumpah ruah ke jalan dan rumah, tetapi pasir juga ikut menimbun perabotan rumah tangga dan rumah mereka hingga ketinggian satu meter.

Rumah rusak, perabotan rumah tangga sudah tidak bisa digunakan, sehingga sampai saat ini warga hanya bertahan dengan menggunakan dapur umum di posko pengungsian depan kantor desa, walaupun lokasi itu juga masih tertimbun pasir.

"Mau kemana juga, di sini rumah kami dan tempat pengungsian tidak jauh. Gelombang pasang dan banjir susulan mungkin saja masih akan terjadi tengah malam, mungkin ini penyebab warga belum berani tinggal dirumahnya. Saya sendiri juga begitu," imbuhnya.

Mengenai bantuan, kata dia, memang selama ini ada bantuan yang diterima desa untuk kebutuhan sehari-hari korban banjir rob, tetapi itu hanya ditempatkan di posko darurat, makan dan minum mereka harus ke posko tersebut.

Dikatakannya, sementara ini warga memilih tidak tinggal dirumahnya lantaran kondisi gelombang laut yang belum stabil, ditambah karena trauma serta kondisi limpahan air laut yang masih mengalir ke permukiman desa, terutama saat malam hari.

"Gatal-gatal sudah mulai terasa, kaki saya sudah tidak berasa apapun mungkin karena selalu makan mi instan. Posko kesehatan ada tapi ada di desa tetangga dan saya malas untuk ke sana," sebutnya.

Timbunan pasir di dapur rumahnya setinggi satu meter. Kulkas, mesin pencuci pakaian dan alat kelontongan dapur, semuanya sudah rusak akibat terendam sekaligus dihempas air laut dalam beberapa hari terakhir.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00