Kota Tasikmalaya Darurat Demam Berdarah

KBRN, Tasikmalaya : Pemerintah Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, menetapkan status siaga satu Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayahnya. Penetapan status ini, seiring dengan semakin tinginya kasus DBD di Kota Tasikmalaya.

Data Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya hingga Kamis (2/7/2020), jumlah kasus DBD mencapai 758 kasus, dengan angka kematian mencapai 16 orang.

Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman mengungkapkan, penyebaran DBD terjadi di 10 kecamatan yang ada.

"Di semua kecamatan ditemukan kasus. Paling banyak di Kecamatan Kawalu, 140 kasus," ungkapnya.

Sedangkan untuk sebaran kematian akibat DBD, terjadi di tujuh kecamatan, dengan jumlah kematian tertinggi, juga terjadi di Kecamatan Kawalu, sebanyak lima orang.

"Sisanya di Kecamatan Cipedes tiga orang, Purbaratu dua, Bungursari dua, Cihidueng dua, serta Indihiang dan Kecamatan Tawamg masing- masing satu kasus," jelasnya.

Guna terus menekan penyebaran DBD, Jumat (2/7/2020), pemerintah kota akan mengerahkan aparartur hingga tingkat kelurahan, untuk membersihkan lingkungan.

"Besok kami aksi bersih- bersih massal bersama masyarakat, sampai kelurahan," imbuhnya.

Selain itu, Ia juga menambahkan, pemerintah daerah akan memberi layanan fogging gratis bagi warga.

"Gratis, nanti warga tinggal berkordnasi dengan lurah setempat," katanya.

Budi juga berharap, masyarakat meningkatkan kesadaran dalam menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), dilingkungannya masing- masing.

"Giatkan lagi Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), ini yang paling efektif," pungkas Budi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00