Zona Merah, Mataram dan Lobar Ditangani Khusus

Gubernur dan Wagub NTB.jpg

KBRN, Mataram: Pemerintah provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memberi atensi khusus untuk menangani Covid-19 di Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat.

Pasalnya, hingga kini kedua wilayah tersebut masih dalam kategori zona merah. Pemerintah Provinsi akan membentuk tim khusus yang bekerja sama dengan TNI dan Polri untuk menangani Covid-19 di kedua wilayah itu.

"Saya harap tim khusus segera dibentuk. Setiap hari harus ada laporan yang kami terima. Ini untuk mempercepat penanganan Covid-19 di dua wilayah tersebut," tegas Gubernur NTB, Zulkieflimansyah saat memimpin rapat koordinasi sinergitas Penanganan Covid-19 di wilayah Kota Mataram dan Lombok Barat, Selasa (30/6/2020).

Bertempat di ruang Rapat Utama Kantor Gubernur Provinsi NTB, rakor tersebut turut dihadiri oleh Walikota Mataram H. Ahyar Abduh, Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid, Kapolda NTB Irjen Pol M. Iqbal, Danrem 162/WB Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani, Kejati NTB, Nanang Sigit Yulianto serta Forkompinda lingkup pemerintah provinsi maupun pemerintah kota Mataram dan Lombok Barat.

Sementara itu, Wakil Gubernur NTB, Sitti Rohmi Djalilah mengungkapkan, perkembangan penyebaran Covid-19 kedua wilayah itu menunjukan trend perkembangan yang mengkhawatirkan. Baik dari jumlah orang yang meninggal maupun orang yang terkonfirmasi positif. 

Untuk itu, penyebarannya jangan dianggap sederhana. Bahkan dari minggu ke minggu menunjukkan kondisi Mataram sedang tidak baik-baik saja, karena sulit mengidentifikasi penyebarannya.

Kasus baru menunjukkan ada usia muda meninggal secara mendadak, setelah swab ternyata hasilnya positif. 

”Mataram dan Lobar tidak sedang dalam keadaan biasa-biasa saja. Hampir setiap hari ada yang meninggal, bukan hanya meninggal karena penyakit bawaan. Sehingga penanganannya harus dilakukan secara intens melalui koordinasi pemerintah provinsi dan kabupaten kota,” ungkap Wagub yang akrab disapa Ummi Rohmi.

Ummi Rohmi menegaskan, penanganan Covid-19 untuk kedua wilayah itu harus betul-betul difokuskan ke depan. Terutama di tempat keramaian seperti pasar, destinasi pariwisata yang mulai dikunjungi maupun di tempat-tempat layanan publiknya.

Sosialisasi protokol Kesehatan kepada masyarakat harus diperkuat lagi, pakai masker dan budaya cuci tangan harus diperketat lagi.

Karenanya, komitmen antara pemerintah Kota Mataram dan Lobar harus bisa mem-back up agar semua kegiatan edukasi masyarakat benar-benar berjalan dengan konsisten.

“Upaya ini kita kuatkan lagi agar masyarakat benar-benar memahami protokol Covid-19. Agar kedua wilayah ini segara menjadi zona hijau, yang memungkinkan kita akan hidup kembali normal dengan mengedepankan protokol kesehatan,” tegasnya.

Begitu juga dengan kegiatan edukasi, lanjut Ummi Rohmi, Pemprov NTB baik melalui media massa maupun bertemu langsung dengan masyarakat lebih masif lagi.

Koordinasi antar Pemprov dan kedua wilayah tersebut akat ditingkatkan lagi, supaya masyarakat bisa memahami bahwa Mataram dan Lobar sedang dalam kondisi kesiapsiagaan.

Selanjutnya : Wali Kota Mataram

Halaman 1 dari 3

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00