Warga Jakarta Dilarang Masuk Kawasan Puncak Bogor

Warga DKI Jakarta saat euforia malam Idul Fitri 1 Syawal 1441 H di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (23/5/2020). Sekarang Pemprov Jabar untuk sementara melarang masyarakat Ibu Kota mengunjungi kawasan wisata Puncak, Bogor, selama pandemi Covid-19 (Ant/Sigid Kurniawan)

KBRN, Bandung; Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil atau karib disapa Kang Emil, meminta untuk sementara warga Jakarta tidak mengunjungi kaqwasan Puncak, Bogor saat liburan akhir pekan (weekend).

Alasannya menurut Emil, dengan dibukanya aktifitas pariwisata, pemerintah provinsi Jawa Barat akan melakukan secara bertahap, dimulai dari pengunjung atau wisatawan lokal Jawa Barat.

Untuk wisatawan luar Jawa Barat, saat ini belum diperbolehkan mengunjungi Puncak, Bogor.

"Mohon maaf, kami akan melakukan random sampling terhadap orang-orang yang weekend akan datang ke daerah Puncak, Kabupaten Bogor. Nanti akan dikoordinasikan dengan Opsnya Polda (Biro operasional) dengan lainnya,"ucap Emil usai menggelar rapat Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Jawa Barat, di Mapolda Jawa Barat, Selasa (16/6/2020) sore.

Gubernur Jawa Barat di Mapolda Jawa Barat, Selasa, 16 Juni 2020 (Dok. RRI)

Emil juga menambahkan, jelang AKB dan dibukanya aktifitas pariwisata, di wilayah Puncak Bogor banyak berseliweran kendaraan berplat B (Jakarta).

Hal itu sedikit mengkhawatirkan pihak Pemprov Jawa Barat, terkait penyebaran pandemi COVID-19.

Selain meminta warga Jakarta untuk sementara tidak mengunjungi wilayah Puncak Bogor, menurut Emil pihaknya juga akan melakukan random sampling di stasiun KRL Bogor. Mengingat saat ini mall, pusat perekonomian dan perkantoran di Jakarta sudah mulai beraktifitas.

"Kita akan melakukan pengetesan di statsiun KRL. Kenapa? kan di Jakarta mall sudah buka, kantor sudah buka traffic kereta juga naik lagi. Nah, kita akan melakukan random sampling juga. Jadi random sampling minggu ini di pasar-pasar, di daerah pariwisata khususnya Puncak dan di stasiun-stasiun KRL yang menjadi komuter antara Bogor-Jakarta, Depok-Jakarta dan Bekasi-Jakarta," jelasnya.

Sedangkan terkait kondisi penyebaran pandemi COVID-19 di Jawa Barat, Emil mengklaim hingga saat ini masih terkendali. 

"Status Jawa Barat masih terkendali. Di tujuh hari terakhir masih di bawah satu, dan sudah lewat enam minggu, Alhamdullilah. Tapi ada kenaikan yang harus terus kita waspadai," tandasnya.

Sementara dari hasil swab tes, menurut Emil, angka warga yang positif COVID-19, Jawa Barat paling rendah 6,6 persen (WHO) dibandingkan provinsi lainnya di pulau Jawa.

"Dengan jumlah tes PCR yang banyak tapi jumlah kasusnya sedikit. Kemudian tingkat resiko Jawa Barat ada di peringkat 27. Pengukur resiko itu adalah presentase jumlah yang positif terhadap jumlah populasi. Artinya, walaupun penduduknya banyak dan besar, tapi tingkat resiko di Jawa Barat termasuk yang rendah di urutan 27," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00