Waspada, Sulut Tertinggi Penyebaran Kasus Covid-19 di Indonesia

Aktivitas Warga Sulut Masih Tinggi

KBRN, Manado: Masyarakat Sulawesi Utara diharapkan tetap waspada dan benar benar disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan, karena hingga saat ini daerah ini  tertinggi dalam penyebaran Virus Corona atau Covid 19 di Indonesia.

Wakil Gubernur Suliawesi Utara (Sulut) Steven Kandouw menegaskan  tingkat R0 (rasio penyebaran) kasus Covid-19 Sulut sebesar 2,5. Angka ini merupakan tertinggi di Indonesia.

“Sulut juara satu  tingkat penyebarannya,”ungkap Wagub Kandouw di Lobi Kantor Gubernur Sulut, Rabu(3/6/2020).

Dengan angka tersebut menjadi tanda awas bagi warga Sulut.  Karena itu diharapkan  kesadaran warga untuk tetap disiplin dengan mengikuti protokol kesehatan Covid-19.

“Yang boleh relaksasi itu di bawah 1,” ungkap Wagub.

Melihat angka kasus positif di Sulut yang sudah mencapai 300an kasus, sementara  70 persen berasal dari Kota Manado maka  sesuai arahan Gubernur Olly Dondokambey, Satgas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sulut diminta membantu Penkot Manado.

“Kita full support, satgas bantu khusus perhatian di Manado. rapid test bantu penanganan. Semua kita kerahkan untuk Manado,” tegas wagub.

Wagub Kandouw menambahkan masyarakat saat ini terbilang pandang enteng dengan Virus Corona. Ini terlihat dengan makin ramai warga keluar rumah. Padahal, virus ini masih mengancam.

“Kebijakan social distancing, physical distancing di Manado kita endors tiga kali lipat Satpol-PP Sulut gabung dengan Satpol-PP Manado. Supaya betul semua keramaian yang melanggar social physical ditindaklanjuti. Kalau perlu diberikan punishment. Itu sesuai dengan Undang-undang Covid-19,” terangnya.

Ia menambahkan pihaknya akan bekerjasama dengan pala yang ada di Kota Manado untuk membantu dalam hal mendata warga yang diduga terpapar Covid-19.

“Home by home penetrasi manfaatkan pala utk data tracking, riwata sakit, KERT. Kami juga akan melakukan bomb rapid test. Misalnya di suatu daerah dilakukan itu agar supaya betul-betul diketahui penyebarannya,” ungkapnya.

Disisi lain Juru Bicara  Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Sulawesi Utara dokter Steven Dandel MPH menjelaskan angka RO merupakan perhitungan angka repikasi.

“Jadi satu orang bisa menularkan kepada beberapa orang, R0 adalah diawal kejadian outbrick.

Jadi seharusnya mulai dari  kasus satu ke kasus dua , kasus dua bisa menularkan berapa ke kontak eratnya, selanjutnya kasus tiga bisa menularkan berapa ke kontak eratnya,itu yang disebut R zero karena diawal pandemic,” terangnya.

Namun sekarang R0 paling tepat dikategotikan RT, yaitu angka repikasi real time atau angka saat ini karena saat ini di Sulawesi Utara sudah masuk pada pandemi sekitar 2 bulan setengah .

“Jadi RTnya pada saat ini per 14 hari terakhir itu yang kita ukur . 1  kasus ini bisa menjangkitkan ke berapa orang?, untuk konteks Kota Manado ada 7 , 4 . Keseluruhan angka repikasi ini satu kasus jadi 3 atau 4 dijumlah dan dibagi per total kasus ,”tuturnya.

R0 atau R Zero  sangat penting dalam penanggulangan wabah karena kalu R0 angkanya 1 maka jumlah penambahkan kasusnya akan flat atau datar, karena 1 orang hanya menularkan kepada 1 orang .

“Kalau R0 diatas 1 maka tentunya akan terjadi penambahan, garisnya akan naik jadi dari 1 bisa jadi 2 orang. 2 bisa menjadi 4 orang,’tutup dokter Steaven Dandel.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00