Perangi COVID-19, Serikat Pekerja Pertamina Bantu Ratusan APD ke RSUD Koja

KBRI, Jakarta: Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) salurkan bantuan alat pelindung diri (APD), masker, dan hand sanitizer ke RSUD Koja, Jakarta Utara, Kamis (16/4/2020). Bantuan tersebut diharapkan bisa mengoptimalkan kerja dokter dan para tenaga medis dalam menangani pasien Covid-19, dan optimalisasi perlindungan diri dari dampak terpaparnya virus mematikan tersebut.

Ketua FSPPB untuk UPMS 3, Aryo Wibowo mengatakan kali ini pihaknya membawa 50 baju Hazmat, 59 kotak masker, dan 35 liter cairan hand sanitizer untuk disumbangkan kepada para tenaga medis di RSUD Koja ini.

"Kami FSPPB seluruh Indonesia sudah bergerak menyalurkan bantuan ini, bahkan dibeberapa daerah di Sumatera kami membangun puluhan tempat cuci tangan portable di titik-titik keramaian, seperti pasar dan lainnya," kata Aryo.

Dikatakan Aryo, bantuan yang diberikan merupakan hasil dari mengumpulkan donasi para pekerja  PT Pertamina yang kemudian disalurkan untuk membantu pemerintah melawan Covid-19.

"Mudah-mudahan apa yang kami sumbangkan ini, bisa membantu untuk penanganan Covid-19 dan kita sama-sama berdoa supaya kondisi ini cepat segera biasa dan kita bisa beraktivitas seperti biasa," kata Aryo.

Pada kesempatan yang sama Kepala Bagian Umum dan Pemasaran RSUD Koja, Sirin mengucapkan terima kasih atas atensi yang diberikan karyawan Pertamina kepada para tenaga medis yang menangani Covid-19.

"Bantuan ini sangat berarti untuk kami para pekerja rumah sakit dan tenaga medis," kata Sirin

Lebih lanjut dia mengungkapkan, saat ini RSUD Koja ditunjuk sebagai salah satu rumah sakit rujukan untuk perawatan Covid-19. Tentunya perlengkapan APD memang sangat dibutuhkan, karena memang rumah sakit memang kekurangan," ujarnya.

Menurutnya, saat ini RSUD Koja sangat kesulitan untuk mendapatkan masker N95 yang diperuntukan untuk tenaga kesehatan, khususnya yang bertugas di area perawatan Covid-19. Dalam sehari, sedikitnya dibutuhkan 50 unit APD, dan saat ini jumlah itu dinyatakan masih belum terpenuhi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00