Rawan Hujan Abu, Warga Lereng Merapi Butuh Masker

KBRN, Klaten : Gunung Merapi dalam beberapa hari terakhir mengalami peningkatan aktivitas. Terbukti terjadi beberapa kali erupsi, seperti pada 2 April 2020 terjadi hujan abu di wilayah lereng Merapi.

Dengan kondisi seperti itu masker menjadi kebutuhan yang sangat penting bagi masyarakat. Salah seorang Perangkat Desa Tegalmulyo Kemalang Klaten, Subur mengaku, cadangan  masker yang ada hanya berkisar 600-700 lembar.

"Itupun termasuk bantuan dari BPBD sebanyak 500 masker," ungkapnya kepada wartawan, Minggu (5/4/2020).

Namun bila dibandingkan dengan jumlah penduduk yang berjumlah dua ribu 660 jiwa maka jumlah itu masih kurang. Oleh sebab itu masyarakat membutuhkan tambahan cadangan masker.

Terpisah, Jainu Perangkat Desa Balerante, Kemalang, mengaku cadangan masker di wilayahnya masih aman. Pihkanya juga ada komunikasi dengan BPBD  Klaten yang akan melakukan droping masker tersebut.

"Kemarin saya di kontak BPBD mau didrop masker namun  disini masih ada, walau tak banyak," ungkap Jainu. 

Sedangkan Sekretaris BPBD Kabupaten Klaten Cahyono Suharto mengklaim sudah membagikan masker kesejumlah desa di wilayah lereng Merapi. Hal ini untuk mengantispasi kewaspadaan apabila Merapi kembali erupsi.

"Seperti di Desa Tegalmulyo dan Sidorejo," ujarnya.

Menurutnya kebutuhan masker masih aman. Mengingat di Kecamatan Kemalang juga masih ada cadangan.

"Secara umum kebutuhan masker masih aman karena di kecamatan masih ada stok," ungkap Cahyono Suharto. 

Terkait dengan kesiap -siaggaan BPBD kembali Cahyono Suharto mengatakan pihaknya terus melakukan komuniasi dengan para relawan dikawasan KRB tiga. Terutama dalam menyikapi perkembangan aktivitas Merapi dalam beberapai hari terakhir.

Selain itu terus melakukan komunikasi pula dengan BPPTKG Yogyakarta untuk mengetahui perkembangan Gunung Merapi.

"Kita sudah melakukan komunikasi dengan para relawan di KRB tiga dan juga terus komunakasi dengan BPPTKG," imbuhnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00