SMP Negeri 1 Turi Sampaikan Permohonan Maaf

KBRN, Yogyakarta : Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Turi Sleman Tutik Nurdiana, menyampaikan permohonan maaf kepada orang tua murid, atas insiden siswa hanyut di Sungai Sempor, Donokerto, Turi Sleman, Jumat (21/2/2020) kemarin.

Kasus laka sungai itu terjadi, saat 249 siswa mengikuti susur sungai dalam kegiatan eksta kurikuler pramuka. Sebanyak 10 siswa dinyatakan meninggal, karena hanyut terbawa arus deras sungai saat airnya meluap.

”Kami atas nama sekolah mohon maaf atas terjadinya musibah ini yang benar-benar tidak bisa diprediksi di awal,” kata Tutik saat memberikan keterangan pers kepada wartawan di sekolah, Sabtu (22/2/2020).

”Kami juga mohon dukungan dan doa semoga anak-anak yg telah ditemukan dan meninggal dunia diberikan husnul khatimah, diampuni dosanya dan diterima segala amalnya, orang tua dan kerabat yang ditinggalkan diberi ketabahan,” imbuh kepala sekolah.

Kabid Kedaruratan BPBD Sleman Makwan menyampaikan, dari 10 korban meninggal karena hanyut, delapan diantaranya berhasil dievakuasi petugas dan telah diidentifikasi oleh Tim DVI Biddokkes. Saat ini, TIM SAR gabungan masih mencari dua korban lain yang belum ditemukan.

Sementara itu, Kwarda Gerakan Pramuka DIY meminta pembina pramuka di sekolah, agar melakukan koordinasi dengan pihak terkait jika melakukan kegiatan di luar sekolah. Selain itu, aturan-aturan terkait kegiatan di gugus depan juga akan ditinjau kembali.

“Kami sedih mendengar berita ini, ke depan jangam sampai terulang kembali,” kata Ketua Kwarda Gerakan Pramuka DIY GKR Mangkubumi.

Bupati Sleman Sri Purnomo mengambil keputusan tegas, untuk sementara menunda segala kegiatan siswa di luar sekolah, sembari melakukan evaluasi terhadap kegiatan susur sungai yang memakan korban.

“Kami evaluasi kembali protap-protap yang ada di dalam kegiatan kepramukaan di luar sekolah, tetapi keguatan di dalam sekolah tetap bisa dilaksanakan,” kata dia. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00