Gunung Semeru Level II Mau 'Batuk', BPBD Keluarkan Imbauan Waspada

KBRN, Lumajang : Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, Jawa Timur, mengimbau kepada Masyarakat yang ada di dekat Gunung Semeru agar terus meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas vulkanologi yang terjadi.

Kepala Bidang Logistik dan Kesiapsiagaaan BPBD Lumajang, Wawan Hadi Siswoyo ketika dikonfrmasi RRI mengatakan jika pihaknya hingga saat ini terus melakukan pantauan informasi dan berkoordinasi dengan pihak terkait terhadap kondisi terakhir Gunung Semeru.

Untuk itulah, ia berharap warga yang berada didekat Gunung Semeru Lumajang agar terus meningkatkan kewaspadaan dan tidak mendekati kawasan kawah Gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut. 

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun RRI dari KESDM, Badan Geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi PVMBG di Pos Pengamatan Gunung api Semeru Lumajang, tercatat periode pengamatan 18-01-2020 Pukul 00:00 hingga 24:00 WIB, Gunung Semeru dengan ketinggian (3676 mdpl), nampak secara meteorologi bahwa cuaca cerah, angin bertiup lemah ke arah selatan, dengan suhu udara berkisar 22-27 °C. 

Sedangkan secara visual, Gunung sangat jelas teramati, dimana asap kawah bertekanan sedang, dengan warna kelabu, intensitas sedang dan tinggi 400 m di atas puncak kawah. Sementara untuk kegempaan letusan, sejumlah 29 kali, amplitudo antara 14-26 mm, dengan Durasi 60-215 detik. Sementara guguran tercatat sejumlah 3 kali, dengan amplitudo getaran 2-5 mm, dalam durasi antara 65-110 detik.

Sedangkan pantauan secara hembusan angin dengan jumlah 9, amplitudo, 2-9 mm, dengan durasi 29-95 detik. Dengan demikian, hingga saat ini, Gunung Semeru ditetapkan pada level II atau waspada.

Untuk itu, masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas dalam radius 1 km dan wilayah sejauh 4 km di sektor lereng selatan-tenggara kawah aktif yang merupakan wilayah bukaan kawah aktif Gunung Semeru, yakni Jongring Seloko, sebagai alur luncuran awan panas. Selain itu, juga diminta mewaspadai gugurnya kubah lava di Kawah Jongring Seloko.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00