Korban Banjir Lebak Banten Butuh Hunian Sementara dan Air Bersih

KBRN,  Banten: Kabupaten Lebak terkena musibah banjir yang terjadi di sejumlah titik di Provinsi Banten, pada 1 Januari 2020 pekan lalu, menyebabkan 1060 rumah di enam Kecamatan yang berada di Kabupaten Lebak terendam banjir.

Peristiwa yang mengakibatkan kerusakan pada 1060 rumah tersebut diantaranya menyebabkan kerusakan berat pada 40 rumah di Kampung Seupang, Desa Pajagan, Kecamatan Sajira. Setidaknya, 62 Kepala Keluarga (KK) mengungsi di dataran yang lebih tinggi.

Selain itu, dari total warga yang berada di posko pengungsian berjumlah 284 jiwa yang terdiri dari orang tua dan dewasa sejumlah 179, remaja 62 orang, balita 39, dan lima orang ibu hamil (bumil).

Upen (47), selaku warga yang rumahnya turut hanyut terbawa arus sungai Ciberang tersebut mengatakan bahwa sangat tidak mungkin untuk menempati kembali rumahnya di kampung Seupang.

“Tidak mungkin, karena situasinya rawan banjir lagi seperti yang sekarang terjadi,” ujarnya saat ditemui RRI, Minggu (19/1/2020).

Ia menambahkan, pasca banjir bandang, bantuan yang sangat dibutuhkan oleh warga adalah hunian sementara (huntara) sebelum masayarakat bisa membangun kembali rumahnya di lokasi berbeda.

“Yang paling dibutuhkan sekarang huntara, sampe punya huntap,” ucapnya.

Sementara itu, salah seorang ketua RW di Kampung Seupang, Amanat mengatakan, selain membutuhkan donasi untuk pembangunan huntara, masyarakat yang terdampak banjir tersebut juga membutuhkan air bersih dan kelambu. 

“kebutuhan yang mendesak sekarang khususnya untuk warga, sementara butuh air bersih dan kelambu buat tidur,” katanya.

Dan saat ini warga juga sudah di berikan, kompor untuk masing-masing tenda dan alat masak lengkap.  

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00