Sigap Informasikan Bencana, BNPB Manfaatkan Platform Online

KBRN, Jakarta: Sebagai upaya meningkatkan upaya respons bencana banjir di tengH cuaca ekstrem saat ini, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaksanakan pelatihan pemanfaatan PetaBencana.id.

Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Agus Wibowo mengatakan pelatihan ini digelar dalam rangka meningkatkan kapasitas jajaran Pusdalops BNPB.

“Pelatihan dilaksanakan pada hari ini di ruang Pusdalops BNPB, Lt.11, Graha BNPB, Jakarta Timur,” kata Agus, Jakarta, Senin (13/1/2020).

Pelatihan ini dihadiri dan diikuti oleh Para Kepala Bidang, Kasubbid, Staf dan seluruh jajaran Pusdalops BNPB.

Sementara itu, dalam pembukaan pelatihan tersebut, Kepala Pusdalops BNPB, Bambang Surya Putra menyampaikan bahwa platform PetaBencana.id ini sangat bermanfaat bagi pihaknya masyarakat luas untuk memantau dan mengetahui tentang kebencanaan di daerah.

“Pada awalnya, PetaBencana.id ini hanya untuk memantau banjir di Jakarta. Sekarang telah dikembangkan di empat kota besar di Pulau Jawa, yaitu DKI Jakarta, Bandung, Semarang dan Surabaya, dan tahun 2020,“ tuturnya.

Ia menerangkan, PetaBencana.id akan menjangkau seluruh wilayah di Indonesia dan go internasional.

Lebih lanjut Kepala Pusdalops menyampaikan agar tim Pusdalops bisa memanfaatkan platform ini menjadi sumber  masukan kebencanaan.

“Serta sebagai kebutuhan informasi awal bagi tim Pusdalops BNPB untuk dapat menginformasikan terkait kejadian bencana tersebut ke BPBD dan TNI/POLRI serta intansi terkait lainnya Manfaatkan informasi dari berbagai sumber, termasuk salah satunya dari PetaBencana.id,” jelasnya.

Ia memastikan Pusdalops BNPB sebagai mata dan telinga Indonesia untuk kebencanaan. “Untuk itu, harus diperkuat sensifitasnya dalam merespon setiap kejadian bencana,” tandasnya.

PetaBencana.id merupakan sebuah platform berbasis website yang gratis dan menghasilkan visualisasi bencana skala perkotaan menggunakan laporan hasil crowdsourcing dan validasi instansi pemerintah secara real time.

Platform ini memanfaatkan penggunaan lanjutan dari media sosial dan aplikasi pesan instan saat keadaan darurat.

Tujuannya, untuk mengumpulkan informasi terbaru yang terkonfirmasi dari pengamatan secara langsung dan dengan demikian menghilangkan kebutuhan pemrosesan data yang memakan waktu dan biaya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00