Kepala BNPB: Bangsa Indonesia harus Belajar dari Peristiwa Tsunami Aceh

KBRN, Aceh Besar : Badan Nasional Penanggulangan Bencana menggelar peringatan 15 tahun gempa dan tsunami Aceh yang menelan korban jiwa ratusan ribu orang.  Peringatan 15 tahun gempa dan tsunami Aceh digelar di kawasan Pasie Jantang, Aceh Besar. 

Lokasi Pasie Jantang ini sangat berdekatan dengan gua Eek Leuntie yang menunjukkan jejak tsunami sejak 7.500 tahun lalu. Ini juga sebagai pengingat kepada seluruh masyakarat mengenai potensi ancaman bahaya gempa dan tsunami yang dapat berulang terjadi.

Selain peringatan 15 tahun gempa dan tsunami Aceh, juga dilakukan peluncuran program Keluarga Tangguh Bencana atau Katana. Pemilihan lokasi di Provinsi Aceh.  

Peluncuran program ini akan berlangsung hingga Minggu, 8 Desember 2019 dan dihadiri oleh BPBD seluruh Indonesia, TNI, Polri, serta mitra penanggulangan bencana seperti perguruan tinggi, PMI, Orari, RAPI, LPBI NU, MDMC, media dan sukarelawan.

Kepala BNPB Doni Monardo menyampaikan bahwa bangsa Indonesia harus belajar banyak dari peristiwa  tsunami 26 Desember 2004 di Aceh dan sekitarnya. 

"Menimbulkan (bencana tsunami) korban lebih dari 200 ribu jiwa di berbagai wilayah. Bahwa gempa dan tsunami adalah peristiwa yang berulang," pesan Doni dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (7/12/2019).

Menurut Doni semua pihak untuk  memahami dan melakukan berbagai langkah strategis agar kelak bila terjadi peristiwa seperti di Aceh.  "Kita semua bangsa Indonesia bisa mengurangi korban jiwa dan kerusakan harta benda," ujarnya.

Doni juga menekankan pesan Presiden Jokowi pada 2 Februari 2019 silam yaitu semua masyakarat selama 5 tahun yang akan datang berkesempatan untuk memperoleh program edukasi dan stimulasi dalam penanggulangan bencana.

Latar belakang tersebut mendorong BNPB untuk memperkuat keluarga dalam penanggulangan bencana. Dalam konteks bencana, keluarga menjadi fokus dan inti sehingga diharapkan dalam upaya peningkatan ketangguhan bencana dan ketahanan terhadap bencana. Konsepsi katana menjadi penting dan dapat dikembangkan serta diterapkan sebagai proses yang terus menerus.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00