BPBD Madiun Intensif Beri Pelatihan Tanggap Bencana bagi Masyarakat

KBRN, Madiun : Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Madiun intensif memberikan pelatihan tanggap bencana bagi masyarakat. Bukan hanya penanganan, tetapi juga penyelamatan terhadap korban terdampak bencana.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Madiun, Agus Hariono mengatakan, tidak hanya pelatihan, sosialisasi juga gencar dilakukan. Harapannya, masyarakat semakin paham jika sewaktu-waktu terjadi bencana. Sebab, relawan yang dimiliki BPBD sangat terbatas, hanya 30 personel.

Itupun terbagi kedalam tiga shif, masing-masing 10 orang. Mereka bertugas di posko menerima laporan dari masyarakat maupun patroli wilayah, jika kemungkinan terjadi hal-hal yang membahayakan.

“Kalau pelatihan itu sudah kami laksanakan, sosialisasi kepada masyarakat juga sudah kami laksanakan. Intinya masyarakat dihimbau tidak membuang sampah sembarangan. Utamanya pohon-pohon, termasuk pohon pisang itu  harus dibuang pada tempatnya. Kalau dibuang di saluran, otomatis bisa menyumbat aliran air sehingga mengakibatkan banjir,” ungkapnya, Rabu (4/12/2019).

Bukan hanya banjir, angin puting beliung dan pohon tumbang juga berpotensi terjadi di Kota Madiun. Karenanya, pihaknya selalu berkoordinasi dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) untuk melakukan pemangkasan dahan dan menebang pohon yang terindikasi rawan tumbang. Apalagi, saat ini si Kota Madiun memasuki musim penghujan.

Berdasarkan data di BPBD Kota Madiun sejak Januari hingga akhir September 2019, terdapat 31 kasus angin puting beliung atau poho tumbang. Kemudian terjadi 24 kali kasus kebakaran, 16 pencarian pertolongan, 14 kasus banjir dan empat unit rumah roboh. Peristiwa tersebut terjadi di sejumlah kelurahan, diantaranya Josenan, Demangan, Tawangrejo, Oro-Oro Ombo, dan Kelurahan Patihan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00