BNPB Adakan Ekspedisi Desa Tangguh Bencana Tsunami Pesisir Selatan Jawa

BNPB, Yogyakarta:  Badan Nasional Penangguangan Bencana, BNPB bekerjasama dengan pihak-pihak terkait saat ini sedang melakukan ekspedisi Desa Tangguh Bencana (Destana) tsunami  selama 34 hari mulai 12 Juli hingga 17 Agustus 2019.

Direktur Pemberdayaan Masyarakat BNPB, Lilik Kurniawan disela seminar pengurangan resiko bencana di kampus UGM mengatakan, ekspedisi Destana tsunami dimaksudkan mengecek kesiap-siagaan desa-desa di selatan pesisir Jawa dalam menghadapi tsunami.  Ekspedisi di pesisir Jawa, dimulai dari Banyuwangi dan saat ini sudah sampai Pacitan, nantinya berakhir di Anyer.

“Kita sudah petaan daerah rawaan tsunai di seluruh Indonesia itu ada dimanan saja. Kita tidka bisa tinggal diam karena resikonya sangat besar apalagi di Selatan Jawa itu tinggal 600 ribu lebih orang tinggal disana. Jadi kami ingin perkuaat sekaligus kita cek desa-desa itu, jangan-jangan mereka tidak tahu apa itu tsunami padahal daerah mereka rawan tsunami”, jelas Lilik Kurniawan disela seminar pengurangan resiko bencana kerjasama BNPB, UGM dan New Zealand, Selasa (23/7).

Di seluruh Indonesia, menurut Lilik Kurniawan, terdapat 5.744 desa rawan tsunami, dan sebanyak 584 desa ada di pesisir selatan Jawa. Ekspedisi Destana tsunami untuk wilayah Jawa sendiri dibagi kedalam sejumlah segmen.

Mitra utama ekspedisi desa tangguh bencana tsunami adalah relawan lokal dan mereke didorong agar mampu menjelaskan kepada masyarakat dengan menggunakan bahasa lokal dan menerapkan kearifan lokal.Lilik Kurniawan juga mengajak perguruan tinggi terlibat didalamnya.

“Jawa pesisir selatan ini kita bagi kedalam 4 segmen; Jawa Timur, DIY-Jawa Tengah, Jawa Barat dan Banten. Di masing-masing segmen itu sekitar 200 orang kita datangi, dan khusus untuk relawan kita minta untuk mengedukasi masyarakat dengan bahasa lokal, kearifan lokal, dan kita pembekalan dulu kepada relawan-relawan agar mereka bisa mengedukasi  masyarakat. Tidk justru memberikan ketakutan. Ini nanti sampai Anyer dan sekarang sedang sampai Pacitan”, tambah Lilik Kurniawan.

Hasil dari pemetaan melalui ekpedisi Destana akan disampaikan ke pemerintah daerah kabupaten/kota agar mereka bisa menindak-lanjuti. Apalagi warga desa di selatan Jawa yang potensial terkena dampak bencana tsunami bisa mencapai 600 ribu orang.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00