Status PPKM Perlu Dinaikkan jika Kasus Covid-19 Naik

Arsip-Warga berolahraga di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (13/9/2021). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/wsj.

KBRN, Jakarta: Satgas Penanganan Covid-19 meminta status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dinaikkan jika terjadi kenaikkan kasus Covid-19 di bulan Juli 2022 ini. Hal itu sebagai bentuk kewaspadaan untuk menekan penyebaran kasus Covid-19.

"Pada prinsipnya kita mengimbau semua tetap dan kita di Satgas tetap monitor tetap dengan kebijakan-kebijakan lama walaupun ada kebijakan baru melonggarkan. Pada prinsipnya ketika virusnya naik, maka PPKM harus dinaikkan statusnya kemudian kewaspadaan melakukan 3M itu tetap harus dilakukan," kata Wakil Ketua 1 PPKM dan juga Isolasi Terpusat Sub Bidang Dukungan Kesehatan Satgas Penanganan Covid-19 Dr. R.Koesmedi Priharto dalam perbincangan bersama Pro 3 RRI, Senin (4/7/2022).

Selain itu, pihaknya juga kerap melakukan evaluasi setiap saat dan memberikan rekomendasi kepada pemerintah terkait kasus Covid-19 ini. 

"Kalau kita selalu melakukan evaluasi ya cuma kan kita rekomendasi kepada pemerintah kembali lagi, karena semuanya berimbas juga kepada masyarakat dan perekonomian, pekerjaan dan sebagainya. Bagaimana negara menyikapi terhadap itu kalau masih mungkin bisa dikendalikan, prinsipnya kalau sudah masyarakat sadar bahwa itu adalah sebagai bagian dari kehidupannya ya cukup masyarakat seperti itu," paparnya.

Ia mengimbau masyarakat untuk kembali kepada kewaspadaan dalam menghadapi Covid-19.

"Kita kembali diri kita masing-masing sama,sama seperti kita menghadapi influenza kalau kita habis hujan kehujanan misalnya, kita tahu seperti itu ya sudah kita pulang ke rumah mandi air hangat kemudian kita minum yang hangat-hangat kalau ada vitamin minum vitamin kemudian istirahat supaya besok tubuh kita kuat dan virus tidak bisa berkembang seperti itu, sama seperti Covid-19 yang menular melalui saluran pernafasan ya kita mesti menggunakan masker dengan baik dan mempertahankan daya tahan tubuh kita," terangnya. 

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi memprediksi puncak kasus varian baru Covid-19 pertengahan Juli 2022.

Ia menyebut varian baru Covid-19 yakni BA4 dan BA5, telah menyebabkan kenaikan kasus di beberapa negara hingga 30 persen dibanding masa puncak kasus Omicron. Kondisi ini, menurut Budi, diprediksi juga bakal dialami oleh Indonesia. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar