Dunia Berpacu Mengejar Target Pengurangan Risiko Bencana

Salah satu sesi pembukaan Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) atau Platform Global untuk Pengurangan Risiko Bencana (PGPRB), Rabu (25/5/2022). (Foto: UNDRR)

KBRN, Badung: Dunia tengah berpacu dengan upaya pengurangan risiko bencana melalui komitmen-komitmen membangun resiliensi, mengatasi perubahan iklim, dan menciptakan jalur pembangunan berkelanjutan, merujuk pada target yang ingin dicapai dari Kerangka Sendai.

Dalam pengarahan media di hari ke-2 Forum Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) atau Platform Global untuk Pengurangan Risiko Bencana (PGPRB), Kamis (26/5/2022), Pejabat Informasi Publik Kantor PBB untuk Pengurangan Risiko Bencana (UNDRR) Omar Amach mengatakan dunia saat ini sedang berada di pertengahan jalan dalam mencapai target Kerangka Sendai yang akan berakhir pada tahun 2030.

Dalam laporan Global Assessment Report (GAR) on Disaster Risk Reduction atau tentang Laporan Penilaian Global pada Pengurangan Risiko Bencana 2022 yang diterbitkan bulan April 2022 oleh UNDRR, disebutkan bahwa risiko bencana dapat meningkat 40% atau 560 bencana per tahunnya di tahun 2030 pada rentang target Kerangka Sendai, jika tren saat ini tidak segera diturunkan dengan aksi nyata pada tata kelola kebencanaan.

Selain membahayakan pencapaian target Kerangka Sendai, hal ini juga menghambat kemajuan pencapaian Perjanjian Paris dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

"Majelis Umum PBB menyerukan  agar kajian ini selesai pada Mei 2023. Kajian ini akan membantu mengukur keberhasilan yang dicapai sejauh ini dan apa saja hambatan yang ditemukan dalam mengurangi risiko bencana," kata Omar Amach, merujuk pada salah satu sesi diskusi yang membahas kajian pertengahan periode capaian Kerangka Sendai.

Tujuh target pengurangan risiko bencana dalam Kerangka Sendai adalah sebagai berikut:

1.    Mengurangi tingkat kematian global akibat bencana pada 2030, dengan penurunan rata-rata per 100.000 orang dalam dekade 2020 - 2030 dibandingkan dengan periode 2005 – 2015.

2.    Secara substansial mengurangi jumlah orang yang terkena dampak secara global pada 2030, dengan menurunkan angka rata-rata global per 100.000 orang di dekade 2020 – 2030.

3.    Mengurangi kerugian ekonomi langsung akibat bencana dalam kaitannya dengan Produk Domestik Bruto (GDP) pada 2030.

4.    Secara substansial mengurangi kerusakan akibat bencana pada infrastruktur penting dan gangguan pada layanan dasar, di antaranya fasilitas kesehatan dan pendidikan, termasuk membangun resiliensi mereka pada 2030.

5.    Secara substansial meningkatkan jumlah negara yang memiliki strategi pengurangan risiko bencana nasional dan lokal pada 2020.

6.    Meningkatkan kerja sama internasional untuk negara berkembang melalui dukungan yang memadai dan berkelanjutan untuk mendukung aksi nasional mereka dalam mengimplementasikan Kerangka Kerja ini pada 2030.

7.    Secara substansial meningkatkan ketersediaan dan akses ke sistem peringatan dini multi bahaya dan informasi risiko bencana serta asesmen bagi masyarakat pada 2030.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar