Covid-19, Kerangka Sendai Jadi Bahasan Forum GPDRR

Peserta mendengarkan paparan narasumber dalam sesi panel Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) 2022 di Nusa Dua, Bali, Rabu (25/5/2022). (Foto: ANTARA)

KBRN, Badung: Hari kedua kegiatan Platform Global untuk Pengurangan Risiko Bencana (GPDRR) Ketujuh, Kamis (26/5/2022), di Bali masih melanjutkan diskusi sejumlah agenda-agenda utama upaya penanggulangan bencana yang digelar di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Bali, dimulai pada pukul 09.00 WITA.

Sesi Dialog Tingkat Tinggi yang dibuka pagi hari akan mengangkat isu Covid-19 dengan mendiskusikan bagaimana pemulihan berbasis bukti dan merata dapat membantu mempersiapkan banyak pihak menghadapi bencana di masa depan serta melindungi dan mempertahankan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDG).

Diskusi lainnya pada Kamis pagi membahas isu dengan tema "Penerapan Solusi Berbasis Alam untuk Mengurangi Risiko Sistemik". Upaya-upaya untuk menjawab persoalan mengurangi risiko kebencanaan dengan mengembalikan solusinya pada alam menjadi pokok bahasan di sini, termasuk mengatasi akar masalah pandemi Covid-19, risiko iklim, dan kesenjangan sosial ekonomi.

Menjelang siang, pembicaraan tingkat menteri akan digelar di BNDCC yang mengangkat tema “Thinking Resilience: Changing the Approach to Disaster Risk Reduction Financing”. Diskusi akan membahas tantangan-tantangan, mengidentifikasi solusi, dan meningkatkan kepemimpinan dan komitmen politik terhadap pelaksanaan Kerangka Sendai untuk Pengurangan Risiko Bencana, terutama yang berkaitan dengan pembiayaan pengurangan risiko bencana.

Pembicaraan tingkat menteri ini akan dipandu oleh Pemerintah Indonesia dan Badan PBB untuk Pengurangan Risiko Bencana (UNDRR) dan digelar secara tertutup.

Dua sesi tematik menjelang siang berikutnya terkait dengan bagaimana melakukan pemulihan inklusif dan resiliensi dalam konteks perkotaan -- salah satunya bangkit dari keterpurukan pandemi Covid-19 -- dan bagaimana pembelajaran dan praktik-praktik baik dalam mengelola tantangan dan solusi data manajemen risiko bencana.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar