"Deklarasi Denpasar" Jadi Komitmen Ketangguhan Bencana Internasional

Menteri Koordinator Pemberdayaan bidang Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy (kiri) bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal (Letjen) Tentara Nasional Indonesia (TNI), Suharyanto (kanan) usai acara pembukaan GPDRR 2022 di Bali Nusa Dua Convention Center, Rabu (25/5/2022). (Foto: RRI/ Alfreds Tuter)

KBRN, Jakarta: Menteri Koordinator Pemberdayaan bidang Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy memastikan Pertemuan ke-7 Platform Global untuk Pengurangan Resiko Bencana (GPDRR) 2022 di Bali akan ditutup dengan deklarasi bersama para delegasi. Deklarasi komitmen bersama dalam pengurangan resiko bencana internasional itu nantinya dinamai "Deklarasi Denpasar".

"Akan kita upayakan semacam deklarasi. Deklarasi Denpasar," tuturnya usai acara pembukaan GPDRR 2022 di Bali Nusa Dua Convention Center, Rabu (25/5/2022).

Muhadjir menyebutkan, deklarasi bersama ini kemungkinan akan berisi panduan penanganan bencana secara internasional, sehingga hal-hal yang akan disepakati bersama dalam forum ini akan menjadi penting.

"Tetapi masih di dalam nanti semua delegasi akan kita ajak bicara bersama. Apakah itu dalam bentuk, bagaimana yang tepat, karena ini menyangkut protokol internasional. Dalam pertemuan begini apa yang bisa dibuat kesepakatan bersama," paparnya.

Indonesia, lanjut Muhadjir, akan sangat terbuka untuk berbagi pengalaman penanganan kebencanaan dengan negara-negara lain, sebagaimana Indonesia sangat terbuka dengan pelajaran-pelajaran kebencanaan dari negara lain, khususnya dalam Pertemuan ke-7 Platform Global untuk Pengurangan Resiko Bencana (GPDRR) 2022 di Bali.

Sebagai informasi, GPDRR merupakan forum internasional untuk membahas langkah antisipasi, pengurangan risiko, dan solusi untuk menangani bencana dalam skala dunia. Forum ini digelar PBB tiap 3 tahun sekali.

Indonesia menjadi tuan rumah dalam pelaksanaannya yang ketujuh kalinya. GPDRR berlangsung di Bali pada 23-28 Mei 2022 dan dihadiri lebih dari 7.000 peserta secara daring dan luring dari 193 negara. Presiden Joko Widodo membuka pelaksanaannya, Rabu 25 Mei.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar