Forum Pengurangan Risiko Bencana Global Dibuka Siang Ini

Salah satu sudut tampilan kegiatan Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) yang berlangsung di Bali, 23-28 Mei 2022. (Foto: Media Center GDPRR)

KBRN, Nusa Dua Bali: Lebih dari 5.000 peserta mengikuti acara forum Platform Global untuk Pengurangan Risiko Bencana atau Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR), yang akan dibuka pada pukul 11.00 Wita, menurut keterangan pejabat tinggi Kementerian Luar Negeri. 

Direktur Hak Asasi Manusia dan Kemanusiaan Kementerian Luar Negeri Achsanul Habib yang juga Juru Bicara Pemerintah Indonesia untuk GP2022 dalam pengarahan harian di Media Center Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Rabu (25/5/2022), mengatakan Presiden Joko Widodo akan memberikan sambutan dan juga membuka acara ini di BNDCC.

"Terkait pendaftaran peserta, hingga 24 Mei 2022, UNDRR mencatat 7.470 pendaftar yang berasal dari 185 negara anggota dan observer PBB. 79% diantaranya mengindikasikan kehadiran in-person. Hingga 24 Mei 2022 pagi, panitia telah menerbitkan lebih dari 3000 badge ID kepada para delegasi. Jumlah ini belum termasuk panitia dari Indonesia dan PBB," jelas Achsanul.

Menurutnya,  ada tiga agenda utama yang digelar hari ini, dua agenda Dialog Tingkat Tinggi dan satu Pertemuan Tingkat Menteri. Dialog Tingkat Tinggi 1 bertema “Where do we stand? Global and regional perspectives on implementing the Sendai Framework”, hingga berita ini dilaporkan masih berlangsung di BNDCC.

Pertemuan Tingkat Menteri bertemakan “Scaling-up Disaster Risk Reduction to Tackle the Climate Emergency” akan berlangsung pada pukul 15.00 Wita. Sedangkan High Level Dialogue 2 bertemakan “Strengthening Disaster and Climate Risk Governance at National and Local Levels” akan berlangsung pada pukul 17.30 Wita.

Achsanul menjelaskan dokumen akhir yang akan dihasilkan nantinya akan berupa ikhtisar para pimpinan yang memuat kemajuan dan tantangan global dalam isu pengurangan risiko bencana dan arah ke depan yang harus dilakukan oleh masyarakat internasional.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar