Angin Kencang di Bogor, 11 Rumah Rusak

KBRN, Jakarta: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor melaporkan sebanyak 11 unit rumah rusak pasca-angin kencang yang menerjang wilayah Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, pada Senin (24/1). Tercatat, dari 11 rumah yang rusak  dengan rincian rusak berat 6 unit, rusak sedang 4 unit dan rusak ringan 1 unit.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, Ph.D.  mengatakan, beberapa rumah rusak tersebut tidak diakibatkan langsung oleh angin kencang, tetapi tertimpa pohon yang tumbang.

Sedangkan kerusakan lain terjadi pada 2 unit tempat usaha dan 1 fasilitas pendidikan. BPBD setempat menyebutkan 19 KK atau 54 jiwa terdampak akibat fenomena hidrometeorologi basah ini.

“Tidak ada laporan korban jiwa dan warga luka-luka akibat bencana tersebut,” kata Abdul dalam siaran pers BNPB yang diterima RRI.co.id, Rabu (26/1/2022).

Setelah terjadinya bencana ini, lanjutnya, petugas BPBD bersama unsur terkait lain, termasuk relawan, membantu warga terdampak dengan memindahkan pohon serta ranting-ranting tumbang yang menimpa rumah maupun puing kerusakan.

Di samping itu, mereka membantu untuk perbaikan kerusakan ringan. Mereka juga memastikan kondisi keamanan rumah yang mengalami kerusakan dan membagikan bantuan logistik kepada mereka yang terdampak.

Dilaporkan angin kencang dirasakan warga di sejumlah kelurahan yang tersebar tiga kecamatan, yaitu di Kelurahan Cibadak, Kedung Badak, Sukaresmi, Sukadamai, Kencana dan Kebon Pedes (Kecamatan Tanah Sareal), Kelurahan Curug (Bogor Barat) dan Kelurahan Ciparigi, Kedung Halang dan Cibuluh (Bogor Utara).

Melihat peringatan dini cuaca di Jawa Barat, hujan yang dapat disertai petir atau kilat serta angin kencang masih berpeluang terjadi di wilayah tersebut pada hari Rabu ini dan esok, Kamis (27/1). Pada hari ini, Kota Bogor terpantau berawan hingga hujan ringan di siang hingga sore hari.

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk waspada terhadap bencana hidrometeorologi basah, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor dan angin kencang, khususnya di puncak musim hujan pada Januari hingga Februari nanti.

Mengantisipasi fenomena angin kencang, aksi pencegahan dan mitigasi yang dapat dilakukan seperti memangkas ranting-ranting pohon di sekitar rumah atau pun di ruang publik.

Selain itu, apabila terjadi angin kencang, warga diimbau untuk berlindung di dalam bangunan yang kokoh. Hindari berteduh di bawah pohon atau di sekitar papan reklame. (foto: BNPB)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar