FOKUS: #TANGGAP BENCANA

Kubah Lava Merapi Dikhawatirkan Mengalami Longsor Masif

Erupsi Gunung Merapi di perbatasan Yogyakarta dan Jawa Tengah, hingga kini masih terjadi. Jenis erupsinya efusif, salah satunya ditandai pertumbuhan kubah lava, karena suplai magma terus berlangsung. Kepala Badan Geologi Eko Budi Lelono, menyampaikan, volume kubah lava Merapi di bagian tengah, mencapai tiga juta meter kubik, dan di barat daya sekitar 1,67 juta meter kubik. Potensi bahayanya, dapat berupa longsoran kubah lava secara masif. (Foto: Dok. Antara)

KBRN, Yogyakarta: Erupsi Gunung Merapi di perbatasan Yogyakarta dan Jawa Tengah, hingga kini masih terjadi.

Jenis erupsinya efusif, salah satunya ditandai pertumbuhan kubah lava, karena suplai magma terus berlangsung.

Kepala Badan Geologi Eko Budi Lelono, menyampaikan, volume kubah lava Merapi di bagian tengah, mencapai tiga juta meter kubik, dan di barat daya sekitar 1,67 juta meter kubik.

Potensi bahayanya, dapat berupa longsoran kubah lava secara masif.

”Berdasarkan permodelan, jika itu terjadi awan panasnya bisa menjangkau sepanjang lima kilometer, baik ke barat daya maupun tenggara, potensi bahaya ini belum sampai ke pemukiman penduduk,” ucapnya melalui keterangan resmi yang diterima RRI.co.id di Yogyakarta, Sabtu (22/1/2022).

Namun Eko memastikan, potensi longsoran masif itu peluangnya masih kecil.

Hal ini sesuai analisis morfologi puncak serta kubah lava, baik menggunakan foto, maupun pantauan kamera drone.

Aktivitas Merapi saat ini, cenderung memunculkan awan panas guguran maupun guguran lava.

Sejak Januari 2021, atau sudah setahun berjalan erupsi terjadi secara terus-menerus.

”Jumlah kejadian rata-rata guguran ini 140 kali per hari, awan panas dua kali seminggu, awan panas yang tadinya ke Boyong berubah ke Bebeng,” lanjut dia.

Pada 21 Januari kemarin, awan panas guguran Merapi meluncur sejauh 2,5 kilometer, arahnya menuju ke Hulu Sungai Bebeng.

Kepala Badan Geologi Eko Budi Lelono meminta masyarakat, agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya erupsi. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar