FOKUS: #TANGGAP BENCANA

Gempa Banten, Sudah 1.909 Rumah Dinyatakan Rusak

Jumlah rumah warga mengalami kerusakan semakin bertambah akibat gempa dengan Magnitudo 6.6 di Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten yang terjadi, Jumat (14/2/2022). Sebelumnya, jumlah rumah warga terdampak gempa hingga rusak yaitu 1.904 unit, dan sekarang menjadi 1.909 unit. (Foto: Dok. BNPB)

KBRN, Jakarta: Jumlah rumah warga mengalami kerusakan semakin bertambah akibat gempa dengan Magnitudo 6.6 di Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten yang terjadi, Jumat (14/2/2022).

"Meningkatnya jumlah rumah rusak itu sebanyak lima unit," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang Girgi Jantoro di Pandeglang, Banten, seperti dikutip RRI.co.id, Minggu (16/1/2022).

Sebelumnya, kata dia, jumlah rumah warga terdampak gempa hingga rusak yaitu 1.904 unit, dan sekarang menjadi 1.909 unit.

"BPBD Pandeglang terus melakukan pendataan rumah warga yang mengalami kerusakan akibat gempa tektonik tersebut," kata dia.

Pendataan rumah tersebut harus benar- benar akurat dan valid, sehingga mereka tepat sasaran untuk menerima bantuan itu.

Sebab, kata dia, Pemerintah Kabupaten Pandeglang, Pemerintah Provinsi Banten dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan memberikan bantuan kerusakan rumah hingga pembangunan hunian tetap (huntap).

"Karena itu, BPBD setempat terus melakukan pendataan melibatkan aparatur kecamatan, desa dan relawan," ungkap dia.

BACA JUGA: 1.904 Rumah Rusak Akibat Gempa Banten

Dia menjelaskan, berdasarkan data yang diterima BPBD Pandeglang pukul 12.00 WIB, tercatat sebanyak 1.909 rumah mengalami kerusakan.

"Dengan kategori rusak ringan 1.148 unit, rusak sedang 424 unit, dan rusak berat 337 unit," kata dia.

Selain itu, dia mengatakan juga kerusakan gedung sekolah sebanyak 36 unit, puskesmas 14 unit, masjid 10 unit,  dankantor desa tiga unit.

"Kami meyakini data kerusakan rumah itu dipastikan bertambah dan belum semua dilaporkannya," katanya.

Menurut dia, bencana gempa bumi yang berpusat di Perairan Sumur Kabupaten Pandeglang cukup besar dan kuat hingga getarannya dirasakan ke berbagai daerah.

"Seperti Jakarta, Bogor, Bandung hingga Lampung," kata Girgi.

Namun, pihaknya hingga kini belum menerima laporan korban jiwa, namun beberapa warga yang mengalami luka-luka akibat tertimpa bangunan rumah.

Girgi menyatakan, tetap minta masyarakat waspada terhadap bencana alam guna mengurangi risiko kebencanaan.

"Kami tetap mengutamakan pelayanan kebutuhan dasar agar warga korban gempa merasakan kenyamanan dan perlindungan juga tidak mengalami kerawanan pangan," kata Girgi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar