FOKUS: #TANGGAP BENCANA

Data Baru BMKG Terkait Gempa Banten

Ilustrasi gempa bumi. (Dok.Ist)

KBRN, Jakarta: Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG memperbarui informasi data gempa yang mengguncang dari laut, 52 Kilometer arah Barat Daya Sumur, Banten.

Gempa yang terjadi, pada Jumat (14/1/2022) pukul 16.05 WIB tersebut berkekuatan Magnitudo 6.6 dari kedalaman 40 kilometer.

Dalam keterangan BMKG diumumkan sebelumnya, gempa disebut berkekuatan Magnitudo 6.7 dengan kedalaman 10 Kilometer.

Pembaruan data disampaikan Koordinator Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, lewat akun media sosial Twitter. 

"Update: Mag. 6,6 kedalaman 40 km, mekanisme sumber sesar naik (thrusting) berasosiasi dengan sumber gempa megathrust Selat Sunda," kata Daryono dilihat Sabtu (15/1/2022) siang.

Dia juga kembali menegaskan bahwa gempa itu tak sampai memicu tsunami.

Data BMKG juga menyebutkan kalau intensitas guncangan gempa tersebut terukur yang terkuat hingga skala VI MMI.

Skala sekuat ini berarti getaran bisa dirasakan oleh semua penduduk. Kebanyakan semua terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap pada pabrik rusak, kerusakan ringan.

Menurut BMKG, skala yang terkuat itu dirasakan di wilayah Sukaluyu, Cianjur, Jawa Barat. Selain itu juga di Cikeusik dan Panimbang, Pandeglang, Banten. Wilayah Sumur, Pandeglang, terukur terdampak dengan skala IV-V MMI.

Sedangkan Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam keterangannya di media televisi menyebut DKI Jakarta termasuk yang terdampak dengan guncangan skala III-IV MMI.

"Ini sama seperti yang dirasakan luas di antaranya di Tangerang Selatan, Kota Bogor, Pelabuhan Ratu, Lembang dan Bandar Lampung," kata Dwikorita.

BMKG hingga saat ini, Sabtu (15/1/2022) pukul 14.00 WIB mencatat, gempa susulan dari lokasi yang sama berkekuatan M5,7 pada pukul 16.49 WIB.

Bedanya, guncangan terkuat didata BMKG terukur di Kota Tangerang pada skala III MMI.

Itu, setara getaran yang dirasakan di dalam rumah saat truk sedang melintas.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar