FOKUS: #TANGGAP BENCANA

Hadapi Bencana Rob, Antisipasi Dijalankan Sebelum Kejadian

Seorang pria berjalan melintasi banjir rob di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta, Selasa (7/12/2021). Akibat banjir rob di pelabuhan tersebut sejumlah aktivitas bongkar muat barang menjadi terhenti. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

KBRN, Jakarta: Ancaman bencana rob atau air pasang laut kembali melanda pesisir utara Jakarta.

Atas hal tersebut Pemerintah Kota Jakarta Utara telah melakukan langkah antisipasi di sejumlah lokasi rawan terkena banjir rob. 

Salah satunya memfungsikan pompa stasioner, pompa mobile, dan pompa apung di titik-titik lokasi rob.

Kemudian mempersiapkan proses evakuasi termasuk bantuan sosial serta penempatan petugas untuk mengatur pengalihan arus lalu lintas agar aktivitas warga tetap berjalan. 

"Sesuai prediksi BMKG akan terjadi rob dari tanggal 2 sampai 11 Desember mendatang. Lokasi yang terdampak rob yaitu RW 08 Kelurahan Ancol, Kecamatan Pademangan. Selanjutnya, di wilayah Kecamatan Penjaringan terjadi di RW 022 Kelurahan Pluit, Kapuk Muara, dan Kamal Muara," ujar Wali Kota Jakarta Utara, Ali Maulana Hakim saat dikonfirmasi RRI.co.id di Jakarta, Selasa (7/12/2021). 

Sebagian masyarakat pesisir utara Jakarta menganggap banjir rob merupakan hal yang biasa terjadi. 

"Rob kali ini sudah masuk skala merah atau bahaya dengan angka tertinggi 250. Ini bukan tsunami tapi rob dan selama masa terjadinya rob ini kita harus antisipasi hal-hal yang dianggap biasa dan ekstrim itu termasuk menyiapkan lokasi pengungsian sementara," ungkapnya. 

Pihak pemerintah kota juga mengimbau kepada masyarakat pesisir utara Jakarta untuk meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi ancaman banjir rob. 

"Jangan pernah lengah dan harus tetap waspada. Setelah air surut akan segera dilakukan pembersihan saluran agar aliran air lancar menuju ke laut. Untuk air laut yang tertinggal di daerah mangkok akan kita fungsikan pompa," tambah Ali.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar