Penanganan Erupsi Semeru, DKI Kirim 91 Petugas

KBRN, Jakarta: Wakil Gubernur Jakarta, Ahmad Riza Patria mengungkapkan pihaknya mengirim sebanyak 91 orang petugas untuk membantu penanganan korban erupsi Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur. Puluhan petugas ini terdiri dari BPBD, Satpol PP, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan dan Pemadam Kebakaran.

"Merupakan bentuk partisipasi kita di kegiatan sosial kemanusiaan menuju ke lumajang memberikan bantuan," tuturnya di Balai Kota, Jakarta, Selasa (12/7/2021).

Riza mengatakan belum tahu pasti berapa lama puluhan petugas ini membantu di lokasi bencana. Menurutnya, waktu bertugas mereka akan menyesuaikan dengan kondisi dan situasi di lokasi bencana.

"Menyesuaikan dengan kebutuhan kami akan kabarkan berapa lama sesuai debgan situasi dan kondisi yang ada," jelasnya.

Riza meyakini pengiriman bantuan petugas dari Jakarta ke Lumajang ini tidak akan mempengaruhi upaya pencegahan dan penanganan banjir di Ibukota. Sebab DKI sendiri kata dia memiliki ribuan petugas dengan berbagai pengalamannya. 

"Tidak ada masalah kan jumlahnya 91 orang. Petugas kita jumlahnya ratusan ribuan yang ada di Jakarta. Jadi Insyallah sudah diperhitungkan sekali pun dipimpin langsung oleh ketua BPBD pak Sabdo tapi petugas di Jakart yg sudah berpengalaman terbiasa juga ada. Kepala dinas ada di sini Satpol PP Dinas Damkar juga ada di Jakarta," paparnya.

Selain itu, pihaknya kata Riza turut mengirimkan bantuan logistik seperti tempat tidur dan keperluan lain yang dibutuhkan oleh para pengungsi. Adapun total bantuan logistik ini mencapai Rp1 miliar lebih. 

Ia pun mengimbau agar warga di Ibukota bisa ikut membantu meringankan beban para korban terdampak sesuai dengan kemampuan masing-masing.

"Jangan lupa mendoakan agar semuanya segera selesai karena ini dan kita semua bisa memberikan yang terbaik," tandasnya.

Sebagai informasi, erupsi Gunung Semeru yang mengakibatkan terjadinya banjir lahar dan guguran awan panas dari puncak Gunung Semeru pada Sabtu (4/12/2021). Kejadian terjadi pada pukul 14.47 WIB dengan daerah terdampak berada di Kecamatan Candipuro, Pronojiwo dan Pasirian. 

Dari catatan BNPB hingga kini total ada 22 orang yang meninggal karena bencana ini. (imr)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar