FOKUS: #TANGGAP BENCANA

MDMC Gerak Cepat Bantu Korban Semeru

Salah satu organisasi otonom di bawah ormas Islam Muhammadiyah yang fokus dalam penanganan bencana, Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) langsung bergerak cepat untuk membantu warga sekitar lereng pegunungan Semeru. Khususnya setelah Awan Panas Guguran (APG) dari erupsi Semeru mengarah ke Besuk Kobokan, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Sabtu (4/12/2021) sore. (Dok. RRI)

KBRN, Yogyakarta: Salah satu organisasi otonom di bawah ormas Islam Muhammadiyah yang fokus dalam penanganan bencana, Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) langsung bergerak cepat untuk membantu warga sekitar lereng pegunungan Semeru.

Khususnya setelah Awan Panas Guguran (APG) dari erupsi Semeru mengarah ke Besuk Kobokan, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Sabtu (4/12/2021) sore.

Erupsi tersebut membuat beberapa rumah warga di daerah Besuk Kobokan tertutup material vulkanik dari erupsi yang terjadi sekitar pukul 15:00 WIB.

Erupsi hebat yang berlangsung 30 menit itu sempat membuat Jembatan Gladak Perak terputus sehingga berdampak pada pengalihan jalur lalu lintas Jember ke arah Malang.

Budi Setiawan selaku Ketua MDMC mengeluarkan instruksi dari Kantor Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah di Yogyakarta untuk penanganan korban erupsi Semeru.

BACA JUGA: Erupsi Semeru: Jembatan Putus, Tiga Kecamatan Terisolasi

Dalam instruksi yang disampaikan lewat video berdurasi 1 menit 15 detik kepada Divisi Tanggap Darurat Rehabillitasi dan Rekonstruksi (TDRR) MDMC, dirinya memerintahkan relawan Muhammadiyah, baik tingkat pusat serta wilayah Jawa Timur untuk segera berangkat ke lokasi terdampak.

Sementara MDMC Kabupaten Lumajang diinstruksikan segera membentuk Pos Koordinasi (Poskor) dan melakukan assesmen kebutuhan warga terdampak.

“Saya sudah menghubungi Saudara Anggit, Ketua MDMC Lumajang untuk segera membentuk Poskor (Pos Koordinasi) di PDM Lumajang. Demikian juga saya sudah menghubungi Ketua MDMC Jawa Timur,” kata Budi Setiawan dalam video singkat yang diterima RRI.co.id di Yogyakarta, Sabtu (4/12/2021).

Menindaklanjuti instruksi tersebut, MDMC Kabupaten Lumajang langsung menetapkan Poskor relawan Muhammadiyah untuk tanggap darurat erupsi Gunung Semeru di Kantor Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Lumajang, Jalan Imam Sujai Nomor 17, Jogotrunan.

Para personel MDMC Kabupaten Lumajang juga berkoordinasi dengan BPBD setempat dan menerjukan personil ke kawasan terdampak untuk melaksanakan assesmen situasi di lapangan.

Tak Boleh Anggap Enteng

Sementara, MDMC Jawa Timur mengkonsolidasi semua sumber daya terdekat yang bisa dikerahkan untuk melaksanakan respons tanggap darurat.

Berdasarkan pantauan di lokasi, titik-titik pengungsian warga berada di Desa Penanggal, Desa Sumberwuluh, Desa Kamarkajang, dan Masjid Jarit Kecamatan Candipuro.

Hingga saat ini tingkat aktivitas Gunung Semeru di Level II dengan status waspada.

“Tim tangap darurat agar segera melakukan evakuasi terutama warga yang berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) karena dimungkinkan dialiri guguran awan panas.” kata Budi.

Status erupsi Semeru kali ini tidak dapat dianggap enteng sehingga hanya relawan terlatih yang diizinkan turun ke lokasi khususnya yang paham dengan karakteristik gunung berapi.

“Tidak boleh sembarangan memberangkatkan relawan, hanya yang terlatih dan paham karakteristik gunung berapi yang diizinkan turun ke lokasi. Divisi TDRR MDMC didukung oleh para relawan dari Angkatan Muda Muhammadiyah, Rumah Sakit, dan Perguruan Tinggi Muhammadiyah di seluruh Indonesia.” tuturnya.

Budi juga menambahkan agar masyarakat untuk turun andil dalam memberikan bantuan logistik yang saat ini sangat dibutuhkan warga terdampak.

Mulai makanan siap saji, air mineral, masker, selimut, terpal, tikar, perlengkapan dan makanan bayi, serta pembalut.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar