FOKUS: #TANGGAP BENCANA

Sempat Terendam Rob, Lodan Raya Sudah Normal

Bencana Rob, atau air pasang laut yang menerjang kawasan Jalan Lodan Raya, Kelurahan Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, telah surut. Debit air yang semula berada di ketinggian 50-70 sentimeter, kini sudah berkurang. Dari pantauan RRI.co.id, jalan dari arah Ancol menuju Penjaringan, atau pun sebaliknya, sudah dapat dilintasi kendaraan roda dua maupun roda empat. (Ryan Suryadi/RRI)

KBRN, Jakarta: Bencana Rob, atau air pasang laut yang menerjang kawasan Jalan Lodan Raya, Kelurahan Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, telah surut.

Debit air yang semula berada di ketinggian 50-70 sentimeter, kini sudah berkurang. 

Dari pantauan RRI.co.id, jalan dari arah Ancol menuju Penjaringan, atau pun sebaliknya, sudah dapat dilintasi kendaraan roda dua maupun roda empat.

Diketahui, Jalan Lodan Raya sebelumnya sempat lumpuh akibat diterjang air pasang laut yang menggenangi jalan yang dikenal sebagai akses pintu utama menuju Pelabuhan Sunda Kelapa tersebut. 

BACA JUGA: Berenang Saat Bencana Rob, Remaja Tewas Tenggelam

"Tadi dua jam lalu di jalanan ini sekitar 60-70 sentimeter. Sekarang kira-kira sudah 10 sentimeter. Sebelumnya di rumah warga ada yang 80 sentimeter ke (dalam) rumah," kata Camat Pademangan, Didit Mulyadi, saat ditemui RRI.co.id di Jakarta, Sabtu (4/12/2021). 

Didit mengatakan, pihaknya dalam penanganan Bencana Rob kali ini telah menerjunkan 6 pompa dari SDA dan 2 pompa apung.

Didit memastikan, untuk di kawasan pemukiman sendiri hanya RW 08, Kelurahan Ancol, Jakarta Utara, yang terendam Rob. 

"Kita pelaksanaan penanggulangan rob kita dari pemerintah khususnya dari Kecamatan Pademangan mengerahkan enam pompa dari Dinas Sumber Saya Air DKI Jakarta dan dua pompa apung," ungkap Didit. 

Didit mengimbau kepada warga apabila rumahnya terendam parah akibat Rob, telah disiapkan pengungsian di dua lokasi.

Dan dipastikan dalam peristiwa terjangan Rob kali ini tidak ada korban jiwa. 

"Korban tidak ada, tapi yang rumahnya sudah tinggi airnya saya instruksikan agar keluar karena takutnya (tersengat) listrik," jelas Didit.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar