Banjir, Sekolah di Kudus Belajar Tatap Muka

KBRN, Kudus: Hujan deras selama hampir dua jam pada Rabu (17/11/2021) malam di Kudus, membuat sejumlah wilayah terendam banjir.

Bahkan empat sekolah di Desa Jojo, Kecamatan Mejobo dilaporkan tergenang banjir. Meski begitu, guru dan siswa tetap antusias gelar pembelajaran tatap muka.

Empat sekolah di Jojo yang tergenang banjir adalah SDN 1, 2, dan 3 Jojo serta satu Madrasah Ibtidaiyah. Banjir menggenangi halaman empat sekolah ini dengan ketinggian 20 - 60 sentimeter.

Kegiatan pembelajaran tatap muka digelar secara terbatas di sekolah dan sejumlah rumah guru. Hanya beberapa kelas yang mengikuti pembelajaran tatap muka, sebagian lainnya pembelajaran secara daring.

Kepala SDN 1 Jojo, Irma S mengungkapkan, pembelajaran tatap muka hari ini hanya diikuti oleh tiga kelas yakni kelas kelas 4, 5, dan 6.

"Yang ikut PTM hari ini hanya kelas atas, kelas 4, 5, dan 6. Untuk kelas bawah, seperti kelas 1, 2, dan 3 belajarnya secara daring," ujar Irma, Kamis (18/11/2021).

Lebih lanjut Irma merinci, untuk siswa kelas 5 mengikuti kegiatan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) di sekolah. Sementara kelas 4 dan 6 mengikuti pembelajaran tatap muka di rumah guru yang tidak terendam banjir.

"Kondisi halaman sekolah kita terendam banjir sekitar 60 sentimeter. Kalau semua siswa PTM di sini aksesnya tidak memungkinkan. Makanya PTM kita alihkan ke rumah guru yang tidak terendam banjir," ungkapnya.

Untuk kelas lima,  kata dia, tetap masuk sekolah karena ada ANBK. Siswa ke sekolah diarahkan lewat jembatan kayu yang menghubungkan Balai Desa dengan SDN 1 Jojo. Sementara sepeda diparkir di halaman balai desa.

Pembelajaran tatap muka dan ANBK, digelar kurang lebih dua setengah jam, mulai pukul 08.00 - 10.35 WIB. Pembelajaran tatap muka ini akan terus digelar hingga beberapa hari kedepan.

"Kalau di sini banjirnya surutnya cukup lama, sampai beberapa hari. Tapi pembelajaran tatap muka terus kita upayakan tetap berjalan," tandasnya.

Terpisah, Zaskia, siswi Kelas 4 SDN 1 Jojo mengaku butuh perjuangan ekstra untuk menerobos genangan banjir. Meski begitu, dirinya tidak keberatan dan merasa senang masih bisa sekolah walau air banjir merendam desanya.

"Rumah saya tidak kebanjiran. Rumah Bu Guru juga tidak banjir. Yang banjir jalan menuju rumah Bu Guru. Senang pak, hari ini masih bisa sekolah dan ketemu teman-teman," tuturnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar