Ratusan Rumah Rusak Diterjang Banjir di Aceh

Ratusan Rumah Rusak Diterjang Banjir Aceh Tenggara, Dua Meninggal. Foto : Dok BPBD

KBRN, Kutacane: Bencana banjir yang melanda sejumlah desa di tiga kecamatan di Kabupaten Aceh Tenggara, menyebabkan ratusan rumah warga rusak. Selain itu, dilaporkan juga dua orang meninggal dunia terseret arus banjir.

Kasi Darurat Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Aceh Tenggara, Ervan Marwan Syah, saat dikonfirmasi RRI mengatakan, menurut pendataan petugas BPBD Aceh Tenggara, dilaporkan sedikitnya 250 unit rumah mengalami kerusakan akibat diterjang arus banjir.

“Ada 250 rumah mengalami kerusakan diterjang banjir,” kata Ervan kepada rri.co.id, Kamis (28/10/2021).

Selain itu, dua orang warga setempat juga dilaporkan meninggal dunia akibat terseret arus banjir. Kedua korban meninggal saat mencari ikan di tengah genangan banjir.

“Dua korban yang meninggal dunia berjenis kelamin perempuan dan laki-laki. Menurut laporan yang kami terima bahwa korban meninggal dunia saat mencari ikan di tengah genangan banjir. Keduanya merupakan warga setempat,” ujarnya.

Ervan mentakan, banjir yang melanda kabupaten Aceh Tenggara telah merendam sembilan desa di tiga kecamatan yaitu kecamatan Tanoh Alas, Kecamatan Babul Rahmah dan Kecamatan Ketambe.

Sejumlah desa yang terdampak banjir ini berada di wilayah dekat bantaran sugai alas. Saat banjir terjadi, wilayah Kabupaten Aceh Tenggara sedang diguyur hujan lebat sehingga menyebabkan debit air sungai alas meluap ke pemukiman penduduk.

“Ketinggian air banjir mencapai 30 centimeter hingga satu meter,” ungkapnya.

Masih Berdasarkan pendataan petugas BPBD di lapangan, jumlah korban yang terdampak banjir sebanyak 791 jiwa dari 216 kepala keluarga, dan korban banjir terpaksa harus mengungsi. Tim BPBD dilaporkan saat ini sedang melakukan pendataan lebih jauh dan telah menyalurkan  bantuan kepada korban banjir.

Kondisi terkini dilaporkan banjir sudah mulai surut dan warga mulai kembali ke rumahnya. Namun pihak BPBD mengimbau agar warga yang berada dekat di bantaran sungai untuk waspada terhadap banjir susulan karena cuaca di wilayah Aceh Tenggara masih berpotensi hujan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00