Longsor di Banjarnegara,  BPBD: Sejumlah Rumah Rusak

KBRN, Jakarta: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjarnegara melaporkan pascalongsor di Kabupaten Banjarnegara sejumlah rumah mengalami kerusakan.

Tercatat, satu unit rumah rusak sedang, satu unit rumah rusak ringan, dan dua kolam ikan milik warga rusak sedang. Selain itu, peristiwa ini juga mengakibatkan 2 KK / 8 orang luka-lula dengan rincian 6 orang mengalami luka ringan dan 2 orang mengalami luka sedang.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, Ph.D. mengatakan, kondisi saat ini dilaporkan bahwa BPBD Kabupaten Banjarnegara terus melakukan pendataan dan koordinasi dengan pihak terkait mengenai penanganan warga yang terdampak longsor. Adapun kendala yang dialami tim gabungan dilapangan yakni jalur yang sempit sehingga sulit untuk melalukan evakuasi dan pembersihan material.

“Hasil asessement sementara, diketahui kebutuhan yang diperlukan yakni logistik makanan, bahan material bangunan, serta tenaga relawan untuk membantu melakukan pembersihan material sisa longsor,” kata Abdul Muhari dalam siaran pers BNPB yang diterima RRI.co.id, Minggu (24/10/2021).

Hingga kini,  lanjutnya, tim gabungan terus berupaya melakukan penanganan darurat pasca longsor serta mengantisipasi adanya potensi longsor susulan.

Tim gabungan ini terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjarnegara, TNI-POLRI, Basarnas, Tagana, Forum Destana, Pemerintah Daerah setempat, dan masyarakat.

Berdasarkan laporan BPBD Kabupaten Banjarnegara, Kejadian ini dipicu hujan dengan intensitas tinggi pada Jumat (22/10) pukul 19.30 WIB berdampak pada tebing setinggi sekitar 8 meter dan lebar 15 meter longsor.

Keesokan harinya (23/10) pada saat hendak melakukan pembersihan material longsor, terjadi longsor susulan yang pada pukul 08.15 WIB. Daerah yang mengalami dampak kejadian ini yakni Desa Biting yang terletak di Kecamatan Pejawaran.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah menginformasikan peringatan dini untuk esok hari (24/10) bahwa hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang berpotensi terjadi di wilayah Pegunungan Tengah, Pantura Tengah hingga Timur, Jawa Tengah bagian Timur, dan sekitarnya antara siang/sore hingga malam hari. Sedangkan untuk Wilayah Banjarnegara masih berpotensi hujan tiga hari kedepan hingga senin (25/10).

Menurut kajian dari InaRISK, Kabupaten Banjarnegara memiliki potensi risiko tanah longsor dengan kategori sedang hingga tinggi. BNPB menghimbau untuk tidak tinggal dan bermukim di daerah rawan longsor seperti lereng atau bukit, terlebih saat terjadinya hujan karena akan memicu pergerakan tanah yang dapat mengakibatkan longsor. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap ancaman bencana hidrometeorologi.

Tim gabungan bekerjasama untuk menangani tanah longsor yang terjadi di Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. (foto: BNPB)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00