Jakarta Siap Hadapi Bencana Hidrometeorologi

KBRN, Jakarta: Wakil Gubernur Jakarta, Ahmad Riza Patria mengaku telah mengetahui perihal potensi bencana Hidrometeorologi seperti yang disampaikan BMKG. Ia memastikan telah meminta agar jajarannya terus melaksanakan program - program antisipasi yang telah diputuskan.

"Ya kita sudah tau yang disampaikan BMKG, setiap tahun ada peningkatan debit hujan debit air," jelas Riza di Balaikota Jakarta, Jumat (22/10/2021).

Adapun program yang dimaksud Riza seperti pengerukan sungai, waduk, embung, dan percepatan pembangunan sumur resapan.  Sementara proyek normalisasi 13 sungai dipegang pemerintah pusat dengan kewajiban pembebasan lahan oleh Pemprov DKI.

Riza kemudian meminta partisipasi seluruh warga Ibukota untuk mendukung program antisipasi ini. Misalnya dengan tidak membuang sampah sembarangan, rutin membersihkan lingkungan tempat tinggal, baik itu selokan, sungai dan lainnya. 

"Supaya tidak memberikan kontribusi terhadap banjir," tegasnya.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan peringatan dini potensi bencana hidrometeorologi yang datang lebih awal di akhir tahun 2021.

Maka, BMKG mengimbau kepada pemerintah dan masyarakat untuk bersiaga.

Bencana hidrometeorologi sendiri merupakan bencana yang disebabkan parameter-parameter meteorologi, seperti curah hujan, kelembapan, temperatur, dan angin. Bencana yang termasuk ke dalam bencana hidrometeorologi, antara lain kekeringan, banjir, badai, kebakaran hutan, el nino, la nina, longsor, dan berbagai bencana lainnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00