Banjir Gunung Mas, Sejumlah Kecamatan Tergenang

KBRN, Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi selama beberapa hari mengakibatkan banjir di Kabupaten Gunung Mas , Kalimantan Tengah.

Sejumlah wilayah tergenang banjir antara lain, i Kecamatan Kurun, Kecamatan Tewah, Kecamatan  Mihing Raya, Kecamatan  Sepang, Kecamatan Rungan Hulu, Kecamatan Rungan, Kecamatan Rungan Bara, Kecamatan Manuhing, Kecamatan Manuhing Raya, Kecamatan Kahayan Hulu Utara, Kecamatan Damang Batu, dan  Kecamatan Miri Minasa.

“Banjir ini mengakibatkan sebanyak ± 3.685 KK/ 13.638 Jiwa terdampak ,” kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, Ph.D. dalam siaran pers BNPB yang diterima RRI.co.id, Minggu (26/9/2021).

Berdasarkan laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Prov. Kalimantan Tengah terdapat 3.642 unit rumah terdampak. Pihak BPBD BPBD Kab. Gunung Mas telah melakukan penyaluran bansos untuk Sabtu (25/9/2021) dilaksanakan ke Kel. Teweh yang sudah tersalur 7.250 kg Beras.

Dijelaskan status tanggap darurat banjir di perpanjang dari 16 September sampai dengan 30 September 2021. Kondisi terkini dilapangan, daerah yang masih terendam banjir adalah Kecamatan Rungan Hulu, akan tetapi kondisi air sudah mulai surut.

Berdasarkan informasi BMKG Berlaku 01 September 2021 pukul 07.00 wib s/d 02 September 2021 pukul 07.00, yang berpotensi dampak hujan lebat untuk dampak Banjir/Bandang dapat terjadi di wilayah Kalimantan Tengah dengan Status Waspada (signature.bmkg.go.id).

BPBD Provinsi Kalimantan Tengah meneruskan informasi Peringatan Dini potensi hujan tersebut kepada BPBD Kab/Kota untuk diteruskan kepada pihak terkait di Kab/Kota dan masyarakat untuk waspada ancaman bencana hydrometeorologi.

BNPB, lanjutnya mengimbau untuk seluruh masyarakat untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem di masa peralihan (pancaroba) dari musim kemarau ke musim hujan, potensi angin kencang, hujan deras dalam waktu singkat, puting beliung serta potensi cuaca yang memicu terjadinya bahaya hidrometeorologi. (foto: BNPB)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00