FOKUS: #TANGGAP BENCANA ALAM

Siaga Banjir, Jakarta Keruk Waduk dan Embung

Jelang musim hujan, sekaligus menanggapi peringatan BMKG akan bahaya hujan lebat dan banjir, BPBD DKI Jakarta langsung melakukan pengerukan sejumlah waduk dan embung di Jakarta. Salah satunya adalah Waduk Pluit, Jakarta Utara (Dok. BPBD DKI Jakarta)

KBRN, Jakarta: Cuaca di wilayah DKI Jakarta sepanjang hari ini diguyur hujan.

Sehubungan dengan hal itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan dini soal sejumlah daerah termasuk DKI Jakarta bakal potensi bencana hidrometeorologi dalam tiga hari ke depan.

Menindaklanjuti hal itu, Pelaksana Tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta Sabdo Kurnianto, mengatakan, pihaknya sedang melakukan pengerukan di waduk dan embung di beberapa titik. 

"Kita telah melakukan rapat koordinasi dengan pimpinan - rapim, saat ini pun sedang berlangsung pengerukan waduk, embung, saluran yang menjadi target-target tertentu. Ini bagian daripada mitigasi kami secara struktural," jelas Sabdo dalam keterangannya kepada RRI di Jakarta, Selasa (14/9/2021). 

BACA JUGA: Jelang Musim Hujan, Bandung Keruk Semua Sungai

"Juga perintah Pak Gubernur, semua alat pengerukan lumpur ini harus digerakkan/diberdayakan sehingga air hujan dapat tertampung banyak," sambungnya.

Selain itu, lanjut Sabdo, pihaknya juga meminta warga yang tinggal di bantaran kali untuk tetap waspada dan hati-hati.

Sebagai langkah antisipasi, pihaknya memberikan peringatan dini banjir kepada warga yang tinggal di daerah rawan banjir. 

Sebagaimana diketahui, secara geografis, DKI Jakarta merupakan dataran rendah yang berada di antara hulu sungai dan pesisir sehingga potensi banjir di wilayah Jakarta sangat besar.

BACA JUGA: ​​​​​​​BMKG: Jakarta Waspada Sampai 15 September

Setidaknya ada tiga penyebab utama Jakarta sering mengalami banjir, di antaranya banjir yang disebabkan hujan lokal, hujan yang terjadi dengan intensitas tinggi dalam durasi yang lama di wilayah Jakarta.

Kedua, hujan kiriman yang datang dari daerah hulu (Jawa Barat dan Banten) intensitas curah hujan tinggi.

Terakhir, banjir rob yang terjadi karena debit air laut yang tinggi lalu naik ke daratan. (Miechell Octovy Koagouw)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00