Petani Kentang Minta Pemerintah Campur Tangan Sediakan Bibit Unggul

Deskripsi

KBRN, Takengon: Kabupaten Aceh Tengah adalah salah satu kabupaten yang terletak di wilayah tengah Aceh dengan Ibu kota Takengon.

Sebuah kota kecil dengan letak geografis di dataran tinggi dan berhawa sejuk.

Sebagian besar masyarakat Kabupaten Aceh Tengah berprofesi sebagai petani, utamanya kopi.

Selain kopi, masyarakat juga menanam tanaman muda, seperti kentang.

Petani kentang desa Pantan Sile, kecamatan Kute Panang, Aceh Tengah Irvan Sahputra menyampaikan untuk tanaman kentang sejauh cukup banyak menghadapi kendala, diantaranya ketersediaan bibit berkualitas.

Ungkapnya, sejauh ini harus mendatangkan bibit dari pulau Jawa secara mandiri.

Hal tersebut rentan terjadinya permainan yang pada akhirnya merugikan petani kentang dataran tinggi Gayo.

"Kendala bisa dibilang cukup banyak, hama, mati muda, itu kalau lama kita melakukan penyemprotan bisa gagal panen. Selama ini bibit pesan langsung dari Bandung. Kendala pasti ada. Kita tengok di media bagus, tapi begitu sampai kemari mengecewakan. Kalau menurut saya Pemerintah ikut campur tangan, supaya petani lebih dimudahkan, tidak perlu ada penipuan kayak yang udah kami alami, bibit bagus tapi gitu sampe, panen hasil mengecewakan," ujarnya, Rabu (7/7/2021).

Selain mengeluhkan tidak adanya ketersediaan bibit unggul di daerah, petani kentang di daerah berhawa sejuk itu juga mengharapkan perhatian pemerintah soal harga jual.

Di mana saat ini harga jual kentang sebelum panen raya berkisar 7 ribu sampai dengan 9 ribu perkilogram, akan tetapi saat panen tiba harga anjlok hingga harga 4 ribu.

"Tolonglah dihargai kami sebagai petani yang bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan orang banyak, tolong masalah harga ditingkatkan," harapnya.

Diakui petani kentang, jika hasil panen berhasil, maka dengan menanam kentang dapat meningkatkan pendapatan petani itu sendiri, bahkan dapat menyekolahkan anak-anaknya hingga ke jenjang perguruan tinggi.

Satiran.

Info

  •   Dibuat oleh : Satiran
  •   Tanggal : 09 Jul 2021, 09:00:28

Share this

#VIDEO JURNALIS LAINNYA

00:00:00 / 00:00:00