Kakanwil Kemenag Aceh Launching Simampat-e Kemenag Aceh Tengah

KBRN, Takengon: Kantor Kementerian Agama Aceh Tengah meluncurkan aplikasi Sistem Informasi Manajemen Pegawai Kantor Kementerian Agama Aceh Tengah Elektronik (Simampat-e).

Kepala Kantor Kementerian Agama Aceh Tengah Saidi Bentara menyampaikan sejak ditugaskan di Kementerian Agama Aceh Tengah dan perwujudan dari rencana staragis Kementerian Agama 2020-2024.

Dalam rencana strategis tersebut jelas Saidi adalah program layanan dan tatanan pemerintahan yang baik melalui birokrasi melayani, bersih, responsif. 

"Kita ketahui, Aceh Tengah memiliki 14 Kecamatan dengan letak geografis yang begitu luas dan kaitannya dengan layanan. Saya enggak mau hanya karena satu lembar data harus mengantar ke kantor lalu meninggalkan tugas dan fungsinya di Kecamatan, ini yang kita hadirkan untuk aplikasi ini," ujar Kepala Kantor Kementerian Agama Aceh Tengah Saidi Bentara, Senin (26/10/2020).

Dengan adanya aplikasi Simampat-e, klaim Saidi memudahkan ASN di Kementerian Agama Aceh Tengah, karena semua data termuat di aplikasi tersebut.

"Tadi masih layanan kepegawaian saja. Kedepannya kita kembangkan, baik pelayanan Binmas, pendidikan Madrasah yang punya hirarki sampai ke bawah bahkan kampung," timpalnya.

Sementara itu Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Aceh, Iqbal menyambut baik inovasi yang diluncurkan tersebut.

Jelasnya, aplikasi tersebut dapat mempercepat layanan terhadap ASN Kemenag, termasuk pengumpulan data kenaikan pangkat.

Program tersebut diakui Iqbal baru pertama di Aceh dan Kementerian Agama Aceh akan melakukan hal yang sama dengan rencana launching pada Desember 2020 mendatang.

"Sistem informasi manajemen pegawai kantor Kemenag Aceh Tengah elektronik kami apresiasi. Simampate, inovasi yang dapat mempercepat layanan ASN Kemenag, kenaikan pangkat dan sebagainya. Program Kemenag Aceh juga. 2016 mulai digagas proyek perubahan mempercepat layanan kepegawaian.Desember akan launching kegiatan yang sama," kata Iqbal.

Iqbal berharap Kantor Kementerian Agama di Aceh dapat melakukan hal yang sama. Hal itu diyakini dapat menghilangkan transaksi oknum tertentu.

"Tidak pungkiri ada praktek seperti itu. Ada aplikasi ini bisa hilangkan transaksi. Jangan orientasi ada uang ada pelayanan," demikian Kakanwil Kemenag Aceh, Iqbal.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00