Gara-gara Qualcomm, Apple Gagal Kembangkan Modem 5G

Apple

KBRN,Takengon : Apple yang sebelumnya digembar-gemborkan akan membuat modem 5G sendiri kini disebut membatalkan rencananya itu. Penyebabnya? Qualcomm.

Informasi ini berasal dari kicauan Ming-Chi Kuo, analis yang sering menyebar bocoran akurat terkait Apple. Menurutnya, modem 5G yang didesain Apple untuk diproduksi oleh TSMC tersebut batal.

Apple sebelumnya berencana menggunakan modem 5G buatannya di 80% perangkat buatannya, dan hanya 20% yang memakai modem Qualcomm. Namun kini dipastikan Qualcomm akan 100% menyuplai modem 5G untuk iPhone keluaran 2023 mendatang.

Ini adalah kenyataan pahit yang harus ditelan Apple, karena mereka sudah mengeluarkan dana USD 1 miliar untuk membeli bisnis modem Intel, yang rencananya akan dijadikan basis untuk memproduksi modemnya sendiri.

Padahal tahun lalu modem 5G buatan Apple ini digadang-gadang bakal menjadi modem yang canggih, diproduksi menggunakan proses terkini dan punya jumlah transistor lebih besar dibanding modem 5G pada umumnya. Artinya, chip tersebut bakal lebih bertenaga dan efisien konsumsi dayanya.

Batalnya produksi modem 5G tersebut bukan karena Apple gagal mendesain modem tersebut. Malainkan karena ada masalah dengan paten Qualcomm yang membuat Apple tak bisa menyelesaikan pengembangan modem tersebut.

Tampaknya ini ada kaitannya dengan kekalahan Apple di Meja Hijau, di mana Apple berusaha membatalkan dua paten milik Qualcomm dan permintaannya itu ditolak oleh hakim.

Apple dan Qualcomm sudah bertahun-tahun berselisih. Ada yang masalahnya sudah selesai, namun ada juga yang masih berlanjut di Meja Hijau. CEO Apple Tim Cook pun pernah mengeluhkan masalah Qualcomm ini dalam sebuah wawancara dengan CNBC.

"Masalah yang kami hadapi dengan Qualcomm adalah mereka punya aturan tidak ada chip tanpa lisensi. Ini, menurut kami, adalah ilegal. Lalu kedua, mereka punya kewajiban untuk menawarkan portfolio mereka secara adil, masuk akal, dan tidak mendiskriminasi, dan mereka tidak melakukan hal itu. Mereka mematok harga yang sangat tinggi," ujar Cook.

Sumber DetikInet

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar