Ini Dampak Kabel Bawah Laut Buat Pengguna Internet Indonesia

KBRN, Takengon : Sedikit lagi, XL Axiata akan merampungkan Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Echo yang menghubungkan Indonesia dan Amerika Serikat secara langsung. Sebenarnya apa dampak kabel bawah laut ini bagi pengguna?XL Axiata sendiri merupakan perusahaan yang cukup aktif menggelar kabel bawah laut. Tercatat, ada beberapa SKKL yang dimiliki XL Axiata, yaitu Australia-Singapore Cable (ASC), Batam Sarawak International Cable System (BaSIC), dan terbaru itu Echo.

Khusus untuk Echo ini, adalah kabel bawah laut yang digelar sepanjang 15 ribu km dari Singapura, Indonesia dengan landing point di Tanjung Pakis, Jawa Barat, kemudian terhubung ke Guam dan Eureka, California di AS.

Direktur & Chief Technology Officer XL Axiata, I Gede Darmayusa mengungkapkan SKKL Echo ini akan memberikan kualitas jaringan dan layanan yang lebih baik bagi pelanggan dan masyarakat Indonesia."Membuat trafik kita ke luar negeri jauh lebih bagus, latensinya juga semakin bagus dibandingkan dengan yang sudah kita punya," ujar Gede di Tanjung Pakis

Dengan kapasitas yang lebih besar dan latensinya makin kecil, Gede mengungkapkan keberadaan kabel laut SKKL ini akan membantu pengguna yang semakin membutuhkan koneksi internet.

Terlebih sampai saat ini seperti diketahui, AS merupakan negara pusat perusahaan teknologi yang digunakan banyak orang, seperti halnya Google, YouTube, Facebook, hingga WhatsApp yang kesemuanya lahir di negeri Paman Sam.

"Jadi banyak perusahaan-perusahaan yang ingin langsung akses, end to end gitu ya, ke AS secara langsung itu yang menjadi sasaran enterprise untuk kita berikan layanan terbaik. Sekali lagi, mereka butuh kapasitas yang besar, juga latensinya yang bagus," tuturnya.

Gede menambahkan penggelaran kabel bawah laut ini merupakan investasi jangka panjang untuk mengantisipasi perkembangan teknologi di masa mendatang, baik itu 5G, metaverse, hingga teknologi yang membutuhkan latensi seminimal mungkin."Kabel bawah laut ini investasi jangka panjang, bukan sesuatu yang kita lihat 1-2 tahun lagi, tapi 5-10 tahun lagi. Seperti apa perkembangan data di pasar itu? Tidak ada yang memprediksi sekarang, namun yang jelas kapasitas dan latensi adalah dua komponen yang sangat diperlukan," pungkasnya.

Sumber : inet.detik.com

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar